Berbeda dengan fiksi, yang bisa mengajak orang untuk larut dalam cerita, merasakan emosi tokoh, hingga memperkaya perspektif kehidupan. Karena itu, kehadiran penerbit dalam Pesta Literasi dianggap sangat penting supaya lebih banyak karya fiksi bisa menjangkau masyarakat luas.
Apakah Buku Menjadi Solusi Saat Jenuh?
Ditekankan juga oleh dr. Jiemi, bahwa dengan membaca bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kejenuhan dan kelelahan mental akibat penggunaan ponsel yang berlebihan. Ini karena aktivitas tersebut mampu memberi pengalaman yang berbeda dari interaksi digital.
Bahkan buku komik sekalipun, seperti One Punch Man atau One Piece, dapat memberikan efek penyegaran yang menyehatkan. "Jadi seringan-ringan komik pun gitu maksudnya ya bisa jadi bentuk refreshing diri," tambahnya.
Ia menambahkan, membaca buku memberikan suasana rileks tanpa “sensoric overload”. "Jadi sensor mata, telinga dan lain sebagainya tidak terlalu banyak dibombardir, tapi tetap nyaman begitu. Kalau malam kita membaca buku, akan sangat berbeda dengan kita scrolling. Yang satu akan refreshing, yang satu refreshing juga, tapi lelah," jelasnya.
Walaupun sama-sama dianggap sebagai hiburan, membaca buku cukup menghasilkan ketenangan, sementara scrolling internet akan menambah rasa lelah meski secara fisik tidak bergerak banyak.
Meski begitu, dr. Jiemi menegaskan bahwa media sosial tidak sepenuhnya buruk. Hanya saja, buku memiliki kelebihan karena menyajikan ruang lebih luas untuk refleksi, penghayatan, dan penjelajahan batin.
Dengan kata lain, membaca buku bisa menjadi “jangkar” yang menjaga kestabilan jiwa di tengah derasnya arus digital.
Baca Juga: 9 Manfaat Membaca Nyaring untuk Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
(*)
Putri Renata