Banyak Anak Perempuan di Wilayah Terpencil yang Jadi Korban Kekerasan

Saras Bening Sumunarsih - Rabu, 13 Oktober 2021
Peringatin Hari Anak Perempuan Sedunia, masih banyak anak perempuan korban kekerasan
Nattanon Kanchak
Peringatin Hari Anak Perempuan Sedunia, masih banyak anak perempuan korban kekerasan

 

Parapuan.co - Hari Anak Perempuan Sedunia diperingati setiap 11 Oktober, Kawan Puan.

Masa anak-anak seharusnya menjadi masa paling indah bagi seseorang. Oleh karena itu, kita harus menyadari betapa pentingnya hak anak-anak itu sendiri. 

Bukan bahagia, anak-anak terutama anak perempuan kerap menjadi korban kekerasan lho, Kawan Puan. 

Laporan Komnas Perempuan tahun 2020 menunjukkan bahwa angka kekerasan terhadap anak perempuan melonjak sebanyak 2.341 kasus atau sekitar 65% dari tahun sebelumnya!

Di masa pandemi dari Januari hingga Oktober 2020, kekerasan seksual secara daring bahkan mencapai 659 kasus.

 

Baca Juga: Hari Anak Perempuan Sedunia, ini Jenis Kekerasan yang Rentan Dialami Oleh Anak

Hal tersebut tidak jauh berbeda dari laporan yang diterima KPAI. Ada 651 kasus yang diterima KPAI ini berkaitan dengan pornografi dan kejahatan siber.

Mengejutkannya, sebagian besar korban dari kejahatan di atas adalah anak perempuan.

Dari data di atas, anak-anak perempuan ternyata menghadapi ancaman kekerasan yang sangat berbahaya di dunia nyata maupun digital. 

Di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Sepauk, melakukan penelitian anak tentang Pernikahan Anak.

Valentina selaku Ketua Forum Anak Sepauk mengatakan bahwa tema penelitian ini dipilih berdasarkan fenomena banyaknya anak yang menikah di Sintang.

"Berdasarkan wawancara yang kami lakukan dengan mereka yang menikah di usia anak, mereka rata-rata menyesal menikah dini. Banyak yang tidak mengetahui dampak pernikahan dini. Karena itu, kami ingin pemerintah melarang anak-anak untuk menikah, dan memberi tahu dampak pernikahan dini," kata Valentina.

Sumber: liputan,Press Release
Penulis:
Editor: Kinanti Nuke Mahardini