Viral Ibu Hijab Pink di Demo Jakarta, Mengapa Suara Perempuan Penting dalam Aksi Sosial?

Arintha Widya - Sabtu, 30 Agustus 2025
Viral Ibu Hijab Pink di Demo Jakarta, Mengapa Suara Perempuan Penting dalam Aksi Sosial?
Viral Ibu Hijab Pink di Demo Jakarta, Mengapa Suara Perempuan Penting dalam Aksi Sosial? Tribunnews Sultra YouTube

Dampak Positif Ketika Perempuan Bersatu

Kekuatan suara perempuan bukan hanya soal representasi di parlemen atau lembaga pemerintahan, tetapi juga tercermin dalam aksi sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, partisipasi perempuan dalam pemilu, seperti di India bahkan melampaui laki-laki, menjadikan mereka kekuatan politik baru yang memengaruhi agenda partai.

Di ranah privat, data National Family Health Survey (NFHS-5) 2019–2021 menunjukkan 88,7% perempuan menikah di India ikut terlibat dalam keputusan rumah tangga penting, naik dari 84% pada periode sebelumnya. Selain itu, kepemilikan rekening bank yang digunakan langsung oleh perempuan naik 35,6%. Fakta ini menegaskan bahwa ketika perempuan memiliki suara, mereka mampu mengambil keputusan yang lebih berdampak pada kesejahteraan keluarga.

Mengapa Penting untuk Indonesia?

Indonesia juga menghadapi tantangan serupa. Perempuan masih kerap terpinggirkan dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat rumah tangga maupun politik. Padahal, seperti yang disampaikan UN Women, keterlibatan perempuan adalah kunci untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan hingga mengurangi kesenjangan gender.

Ketika perempuan terlibat, keputusan lebih berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat: kesehatan ibu dan anak, perlindungan dari kekerasan, hingga kebijakan ekonomi yang lebih inklusif. Sebaliknya, jika suara perempuan diabaikan, risiko kebijakan yang tidak responsif terhadap kebutuhan mayoritas masyarakat akan semakin besar.

Suara perempuan dalam aksi sosial bukanlah tambahan, melainkan fondasi. Keterlibatan mereka mencerminkan realitas hidup keluarga dan komunitas yang sering kali luput dalam perdebatan publik. Seperti yang diakui oleh banyak pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri India, “Women Led Development” bisa menjadi katalis perubahan besar.

Maka, memberikan ruang bagi perempuan untuk bersuara bukan hanya persoalan kesetaraan, melainkan strategi pembangunan yang lebih berkelanjutan, adil, dan manusiawi.

Baca Juga: Sunat Perempuan sebagai Simbol Ketidakadilan Bagi Suara Perempuan

(*)

Sumber: UN Women
Penulis:
Editor: Arintha Widya