3. Perbanyak Makanan Fermentasi
Kombucha, kimchi, kefir, atau tempe kesayangan orang Indonesia ternyata punya manfaat besar untuk metabolisme. Jadi, jangan ragu menambahkan makanan fermentasi ke daftar belanja mingguanmu.
Seperti kata Maggie Moon, "Makanan fermentasi memberi probiotik untuk kesehatan mikrobioma usus, yang membantu menurunkan peradangan dan membuat tubuh lebih efisien menyerap energi dari makanan."
4. Minum Air yang Cukup
Air adalah bahan bakar utama bagi hampir semua proses metabolisme. Membawa botol minum ke mana pun kamu pergi bisa jadi langkah kecil tapi signifikan. Targetnya, minum setara dengan sekitar setengah dari berat badan dalam satuan ons setiap hari (atau kira-kira 2 liter untuk kebanyakan orang dewasa). Connell menegaskan, "Bahkan dehidrasi ringan bisa memperlambat metabolisme."
5. Makan dengan Pola Konsisten
Bukan hanya apa yang kamu makan, tetapi juga kapan. Melewatkan makan siang atau makan terlalu larut malam dapat mengganggu ritme metabolisme. Connell menyarankan, "Cobalah makan tiga sampai lima kali sehari dalam porsi lebih kecil, dengan jeda setiap dua hingga empat jam."
Kebiasaan ini membantu tubuh tetap stabil dalam memproses energi, tanpa lonjakan lapar atau gula darah yang ekstrem.
Metabolisme yang sehat tidak hanya ditentukan oleh olahraga atau jenis makanan, tapi juga oleh kebiasaan sehari-hari: cukup protein, tidur nyenyak, makanan fermentasi, hidrasi optimal, dan pola makan konsisten.
Perubahan kecil ini bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk menjaga tubuh tetap bugar dan berenergi.
Baca Juga: Cara Mengatur Pola Makan untuk Mencegah Kenaikan Berat Badan saat Puasa
(*)