Nagita Slavina tampak membagikan cerita di balik proses kreatif NASL yang cukup panjang. Ia menjelaskan bagaimana perjalanan rebranding ini dilalui dengan riset, diskusi bersama tim kreatif, hingga penentuan tema yang sesuai dengan identitas baru NASL. Proses ini, menurutnya, menjadi bukti komitmen untuk terus memberikan karya yang autentik dan berdaya saing.
Proses persiapan yang disebut sudah berjalan lama dan dirancang sejak awal tahun ini ditekankan oleh Nagita bahwa fokus utamanya bukan hanya pada angka-angka atau permintaan masyarakat, tetapi juga pada bagaimamana produksi bisa berjalan dengan tepat dan sesuai kebutuhan.
Namun, perjalanan project ini tidak sepenuhnya mulus. Berbagai kendala teknis masih kerap muncul, mulai dari persoalan produksi, pengadaan bahan, hingga masalah teknis. "Kendala teknis lah banyak ya, kendala produksi, kendala sourcing, itu sih menurut kita yang kita masih belajar terus," jelas Nagita.
Selain itu, Nagita bersama tim juga menaruh perhatian pada detail produksi, seperti estetika dan kesesuaian dengan selera masyarakat. Nagita dalam NASL ingin menciptakan hasil yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga selaras dengan prefensi warna serta bentuk yang disukai.
"Kita kan produksinya dibilang sedikit juga enggak, dibilang banyak banget juga belum, soon. Tapi kadang-kadang aku suka lihat juga sama warna-warnanya, sesuai enggak ya sama warna-warna yang lagi disukai," tambah Nagita.
Selain itu, hadirnya koleksi The Chéri Surge menunjukkan bahwa NASL terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan tren global, namun tetap menyesuaikan dengan karakter pasar domestik. Hal ini tercermin dari desain yang modis namun tetap praktis digunakan, sehingga cocok untuk gaya hidup perempuan Indonesia yang aktif dan modern.
Sebagai sosok publik figur, langkah Nagita Slavina dalam mengembangkan NASL tentu turut mendapat sorotan. Kehadirannya di dunia fashion tidak hanya sekadar memperluas kiprah personal, tetapi juga membawa kontribusi nyata bagi industri kreatif Indonesia.
NASL percaya bahwa dunia fashion harus terus bergerak dan bertransformasi agar tetap relevan. Oleh karena itu, peluncuran The Chéri Surge bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus berinovasi. Ke depannya, NASL berkomitmen menghadirkan lebih banyak koleksi dengan eksplorasi tema, warna, dan desain yang semakin beragam.
Sebagai informasi, NASL memastikan koleksi terbaru ini tetap ramah bagi pasar Indonesia. Dengan rentang harga mulai Rp259.000 hingga Rp599.000, busana dalam The Chéri Surge tidak hanya stylish, tetapi juga terjangkau. Hal ini sejalan dengan misi NASL menghadirkan fashion berkualitas yang bisa dinikmati oleh perempuan modern dari berbagai kalangan.
Baca Juga: 5 Gaya Artis Nyoblos Simpel tapi Fashionable, Ada Nagita Slavina
(*)
Putri Renata