Nominal Upah Minimum 2023 Disebut Tidak Akan Naik, Ini Kata Kemenaker

Aulia Firafiroh - Rabu, 21 September 2022
Kemnaker
Kemnaker dok. Kompas

Parapuan.co- Sidang pleno mengenai penetapan upah minimum (UM) 2023 baru saja digelar pada hari ini, Rabu (21/9/2022).

Sidang yang dihadiiri oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), pengusaha, dan perwakilan serikat pekerja/buruh tersebut membahas soal upah minimum 2023.

Melansir Kontan.co.id, Kemenaker secara tegas mengatakan jika penetapan upah minimum tahun depan masih mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

 "Ini kan dengan Depenas bertemu ini untuk persiapan penetapan upah minimum 2023. Satu disepakati bahwa Depenas siap untuk segera melakukan langkah-langkah konkrit untuk penetapan upah minimum 2023, dengan tetap mengacu PP 36/2021. Formulanya digunakan seperti itu," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK) Kemenaker, Indah Anggoro Putri mengutip Kontan.co.id pada Rabu (21/9/2022).

Putri mengatakan jika pihaknya tidak menutup dialog dengan para serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) yang memprotes aturan PP 36.

Namun dialog yang diadakan harus berdasarkan kajian.

Meski begitu, Kemnaker tetap tidak ingin mengubah atau merevisi formula perhitungan upah minimum yang telah diatur  PP 36/2022 tersebut.

"Depenas hari ini tetap sepakat PP 36, tapi dengan membuka ruang dialog. Kalau cuma PP 36 plek, kesannya kita ini otoriter. Tapi ada arahan dari Bu Menteri buka ruang dialog,"tambahnya.

Selain itu, pihak Depenas juga mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Kemenaker dengan melakukan rapat koordinasi bersama kepala-kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) se-Indonesia.

Baca juga: Ini 5 Provinsi yang Mengalami Perubahan Upah Buruh pada Februari 2022

Sumber: Kontan.co.id
Penulis:
Editor: Aulia Firafiroh

Video Pilihan