WFH Bisa Bikin Burnout, Berikut 6 Cara Ampuh untuk Mengatasinya

Putri Mayla - Selasa, 23 Februari 2021
(Ilustrasi) WFH bisa memicu burnout
(Ilustrasi) WFH bisa memicu burnout

Parapuan.co - Apakah Kawan Puan selama Work From Home (WFH) menjadi sensitif, semangat kerja menurun, dan mudah lelah?

Bisa jadi itu adalah gejala burnout.

Melansir Helpguide, burnout adalah keadaan kelelahan emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres berlebihan dan berkepanjangan.

Gejala burnout bisa juga berbentuk meragukan diri sendiri dan merasa kesepian.

Efek negatif burnout bisa mempengaruhi pekerjaan termasuk pekerjaan rumah dan kehidupan sosialmu.

Baca Juga: Berkaitan dengan Kesehatan Mental, Wanita Rentan Idap Penyakit Jantung

Jika terjadi dalam waktu yang lama bisa membuat kamu rentan terhadap penyakit seperti pilek dan flu.

Karena banyak efek negatif dari burnout, maka penting untuk segera mengatasinya.

Menurut Orbé-Austin psikolog di New York dan Simon psikolog di New Jersey, ada beberapa hal yang bisa Kawan Puan lakukan ketika mengalami burnout selama WFH seperti dilansir dari Today.com berikut.

1. Membuat ruangan sendiri

Apakah Kawan Puan masih bekerja dari sofa?

Tidak semua dari kita bisa memiliki ruangan khusus untuk bekerja di rumah.

Menurut Orbé-Austin, kamu perlu memiliki meja dan perangkat yang berfungsi untuk mendukung bekerja dari rumah, meskipun hanya sebuah kursi yang nyaman.

Penting untuk menciptakan suasana yang nyaman sehingga kamu bisa bekerja secara efisien.

Baca Juga: 5 Tips Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi Saat Bekerja, yuk Cobain!

2. Tetapkan batasan

Mungkin ini akan sedikit sulit di tengah tuntutan kerja saat pandemi, tapi tidak ada salahnya kamu menetapkan waktu batasan mulai dan akhir dari kerja harian kamu.

Luangkan waktu istirahat sejenak dan makan.

Jika mengalami burnout, kamu tidak bisa menjadi karyawan yang efektif.

3. Membagi jadwal pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah

Membagi jadwal untuk mengakomodasi pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah.

Dalam mengurus anak misalnya.

Jika atasan kamu terbuka untuk jadwal yang fleksibel, Orbé-Austin merekomendasikan untuk berbicara mengenai mengatur ulang jadwal, sehingga kamu bisa punya fleksibilitas untuk membagi waktu dengan pekerjaan rumah.

4. Melakukan perawatan diri

Orbé-Austin mengatakan, olahraga itu penting seperti memastikan kamu bisa tidur nyenyak untuk melatih kesadaran diri.

Buatlah daftar hal-hal yang membuatmu gembira dan memasukkannya ke jadwal harian kamu untuk menghindari burnout.

Baca Juga: Ini 5 Dampak Buruk untuk Kesehatan Saat Kamu Tidak Berolahraga

5. Memanfaatkan lagi momen perjalanan pulang kantor

Biasanya kita melakukan transisi mental dan refleksi ketika perjalanan dari kantor ke rumah.

Nah, kita bisa memanfaatkan momen itu lagi meskipun WFH.

Ketika jam kerja sudah berakhir, kita bisa jalan-jalan di sekitar rumah, mendengarkan podcast, atau menelepon teman.

6. Ambil jatah libur

Penting untuk mengambil jatah libur ketika mengalami burnout.

Rencanakan hari libur tersebut untuk membantu pemulihan kamu.

Buat rencana untuk self-care, seperti olahraga, meditasi, berkumpul bersama keluarga dan apapun yang membantumu rileks.

(*)

Sumber: today.com,helpguide.org
Penulis:
Editor: Linda Fitria

Pertama Kali Travelling di Jogja? Rugi Kalau Tidak ke Sini!