Kamila Andini Sebut Film Barunya Four Seasons in Java Membongkar Luka Ibu Pertiwi

Arintha Widya - Sabtu, 30 Agustus 2025
Kamila Andini ungkap kisah di balik film Four Seasons in Java.
Kamila Andini ungkap kisah di balik film Four Seasons in Java. Dok. Netflix

Lebih menyayat lagi, naskah film ini ternyata bersinggungan dengan berita nyata. "Saat saya menulis naskah, muncul berita tentang seorang anak perempuan yang mengalami pelecehan seksual berulang kali oleh 11 orang berkuasa. Dan baru kemarin, ada seorang gadis ditemukan diperkosa dan tewas di perkebunan sawit," papar Kamila Andini.

"Cerita-cerita ini terus bermunculan bahkan ketika saya sedang membuat film. Jujur, tidak mudah untuk saya membuat cerita semacam ini karena hati saya hancur setiap kali mendengarnya. Tapi saya merasa inilah waktunya untuk membicarakan hal ini," imbuhnya.

Produksi yang Menantang

Four Seasons in Java diproduksi oleh Forka Films, rumah produksi yang Kamila dirikan bersama pasangannya, Ifa Isfansyah. Bagi Ifa, proyek ini merupakan tantangan baru.

"Setiap kali bekerja dengan Kamila, saya selalu ingin meningkatkan nilai produksi. Tapi kali ini berbeda—lokasinya di gunung, penuh tantangan logistik dan teknis. Kamila ingin mengeksplorasi alam dan teknologi, sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya," jelasnya.

Film ini juga melibatkan banyak mitra internasional, mulai dari Belanda, Norwegia, Prancis, Jerman, hingga Singapura. Ifa menekankan pentingnya kerja sama lintas negara tersebut: "Setiap partner membawa perspektif berbeda. Dari awal saya hanya yakin pada satu hal: percaya pada visi Kamila."

Lebih dari Sekadar Film

Bagi Kamila, partisipasi dalam Venice Gap-Financing Market bukan hanya soal mencari dana pascaproduksi, tapi juga soal membangun jejaring. "Bertemu orang-orang yang percaya pada cerita ini dan mendukung suara yang ingin saya angkat adalah bentuk kekuatan kolektif yang saya cari," katanya.

Sementara Ifa berharap film ini bisa membuka diskusi penting, khususnya bagi mereka yang berada di posisi kuasa. "Di setiap wilayah selalu ada orang berkuasa. Mereka sering merasa telah menolong yang lemah dengan caranya sendiri, tapi justru membuat dominasi semakin timpang," ujarnya.

Baca Juga: Sutradara Perempuan Kamila Andini Siap Garap Film Four Seasons in Java

Singkatnya, Four Seasons in Java bukan sekadar film, tetapi refleksi atas realitas yang masih menghantui banyak perempuan dan masyarakat di Indonesia.

Dari persoalan pelecehan seksual hingga pembangunan yang merampas ruang hidup, Kamila Andini menegaskan bahwa seni bisa menjadi ruang untuk membuka luka—agar kita tak lagi pura-pura lupa.

(*)

Sumber: Variety
Penulis:
Editor: Arintha Widya