Ternyata Stres Bisa Memicu Munculnya Jerawat, Apa Penyebabnya?

Saras Bening Sumunar - Minggu, 31 Agustus 2025
Kerkaitan antara stres dan jerawat.
Kerkaitan antara stres dan jerawat. Olga Shefer

Parapauan.co - Kamu mungkin pernah mengalami momen ketika beban pikiran terasa begitu berat, pekerjaan menumpuk, masalah pribadi datang silih berganti, lalu tiba-tiba kulit wajahmu mulai dipenuhi jerawat yang mengganggu.

Kondisi ini bukanlah kebetulan semata, karena ternyata stres memiliki hubungan erat dengan kesehatan kulit, khususnya munculnya jerawat. Memahami keterkaitan antara kondisi psikologis dan kesehatan kulit sangat penting, karena kulit merupakan salah satu organ tubuh yang paling sensitif terhadap perubahan hormon dan sistem saraf.

Belum ditemukan penelitian mendalam terkait bagaimana stres dapat memicu jerawat di wajah. Tapi secara umum, melansir dari laman Verywell Healthstres dan jerawat memiliki hubungan dua arah.

Artinya, stres dapat memperburuk jerawat dan munculnya jerawat bisa menyebabkan stres emosional pada perempuan. Stres merupakan respons alami tubuh ketika kamu menghadapi tekanan fisik, emosional, atau mental.

Saat stres melanda, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih banyak. Kortisol adalah hormon stres yang memicu berbagai perubahan dalam tubuh, termasuk peningkatan aktivitas kelenjar sebaceous pada kulit.

Kelenjar ini berfungsi menghasilkan sebum atau minyak alami kulit, namun ketika produksinya berlebihan, pori-pori wajah akan lebih mudah tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan kotoran, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi bakteri penyebab jerawat berkembang biak.

Selain itu, stres juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon androgen yang merangsang produksi minyak berlebih. Ketika kadar androgen meningkat, kulit menjadi lebih rentan terhadap peradangan dan pembentukan jerawat.

Itulah mengapa, saat kamu berada dalam tekanan berat, jerawat cenderung muncul di area wajah tertentu seperti dahi, dagu, dan pipi.

Tak hanya itu, stres juga memiliki dampak tidak langsung terhadap sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh sibuk menghadapi stres, sistem imun akan menurun, sehingga kemampuan kulit untuk melawan bakteri berkurang. Akibatnya, peradangan jerawat bisa menjadi lebih parah dan sulit disembuhkan.

Baca Juga: Dampak Stres terhadap Munculnya Jerawat, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyebab Jerawat

Jerawat biasanya disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan pori-pori dan folikel rambut yang tersumbat. Lebih spesifiknya, jerawat diyakini disebabkan oleh satu atau lebih hal berikut yang terjadi di pori-pori:

- Produksi minyak berlebih.

- Penumpukan sel kulit mati.

- Pertumbuhan bakteri.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat meliputi:

- Memiliki orang tua yang berjerawat.

- Perubahan hormonal, seperti pada masa pubertas atau kehamilan.

- Obat-obatan tertentu, seperti obat yang mengandung hormon, kortikosteroid, atau litium.

- Berada di masa remaja.

Baca Juga: Lakukan Ini usai Treatment Jerawat agar Kulit Pulih Maksimal