Bau yang menetap menandakan bahwa udara kotor tidak keluar, sehingga semua aroma bercampur menjadi satu dan menimbulkan ketidaknyamanan.
3. Dinding dan Kaca Sering Berembun
Kelembapan yang tinggi di dalam rumah dapat menyebabkan embun pada kaca atau dinding. Jika hal ini sering terjadi, berarti ada sirkulasi udara yang buruk sehingga kelembapan tidak terbuang dengan baik.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu pertumbuhan jamur dan lumut yang tidak hanya merusak estetika rumah, tetapi juga membahayakan kesehatan.
4. Suhu Ruangan Tidak Stabil
Rumah dengan sirkulasi udara yang kurang baik seringkali mengalami suhu tidak konsisten, misalnya terlalu panas di siang hari dan terlalu dingin di malam hari.
Hal ini membuat kamu sulit merasa nyaman dan bisa meningkatkan penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin, yang pada akhirnya membuat konsumsi listrik membengkak.
5. Muncul Jamur dan Bau Lembap
Jamur biasanya tumbuh di area lembap yang minim pertukaran udara. Jika kamu melihat noda hitam atau bau apek di sekitar tembok, plafon, atau perabot kayu, berarti kelembapan di rumahmu terlalu tinggi akibat buruknya aliran udara. Selain merusak tampilan rumah, spora jamur juga bisa memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan lainnya.
Baca Juga: 3 Tanaman Hias Ini Efektif Menyerap Kelembapan Udara di Rumah
(*)