Parapuan.co - Kalau Kawan Puan perhatikan, kasus gagal ginjal akut pada anak belakangan ini semakin sering diberitakan dan menjadi perhatian besar di dunia medis maupun masyarakat umum. Kondisi ini bukanlah masalah sepele karena gagal ginjal akut pada anak bisa berkembang dengan sangat cepat, menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba, dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.
Penting bagi kita untuk mengetahui berbagai faktor penyebabnya, karena pemahaman yang baik akan membantu kamu mengenali tanda-tandanya lebih dini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Menurut dr. Ina Zarlina, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan nefrologi anak, ada banyak hal yang bisa memicu gagal ginjal akut pada anak. Secara garis besar, dikutip dari laman Kompas, ada berbagai macam penyebab anak bisa mengalami gagal ginjal akut.
1. Faktor dari Luar Ginjal
Penyebab gagal ginjal akut dari faktor luar ginjal adalah dehidrasi berat karena diare, atau infeksi berat. "Itu kan ginjalnya sebelumnya baik-baik saja, tapi karena ada faktor lain, menyebabkan fungsi ginjalnya menurun secara akut, mendadak," terang Ina.
2. Faktor Kelainan Ginjal
Selanjutnya adalah faktor kelainan ginjal. Misalnya adalah ada infeksi pada ginjal yang menyebabkan fungsinya menurun akut.
3. Faktor di Saluran Ginjal
Untuk faktor lainnya bisa dari saluran ginjal yang berada di bawah ginjal dan mengarah ke kandung kemih. Ina menyampaikan, anak bisa mengalami gagal ginjal akut apabila di saluran ginjal terdapat batu ginjal, atau bawaan lahir bernama hidronefrosis atau ginjal yang membengkak karena bawaan dari bayi.
Baca Juga: Viral di TikTok, Ini 5 Tips Mencegah Penyakit Gagal Ginjal Kronik
"Itu kan aliran urinnya enggak lancar. Nah itu bisa menyebabkan gangguan ginjal akut. Tapi kalau prosesnya itu terjadi secara lama, ya itu akhirnya menyebabkan kronik," terahnya dia.
4. Faktor Makanan dan Minuman
Ina menjelaskan, makanan, minuman, atau obat-obatan yang beracun untuk ginjal, bisa menyebabkan fungsi ginjal menurun. Namun, hal ini bergantung pada seberapa beracunnya zat yang terkandung. Misalnya adalah minuman-minuman manis yang saat ini marak beredar.
"Kita enggak tahu gulanya itu apa. Apakah gula alami atau memang gula aspartam, atau pemanis-pemanis lain, atau pemanis yang seharusnya bukan buat diminum tapi buat pabrik," kata dia.
5. Kebiasaan Menahan Pipis
Kebiasaan suka menahan pipis juga bisa menyebabkan gagal ginjal akut. "Kan kandung kemihnya dia bisa penuh. Nah, itu kan urin akhirnya bisa saja naik ke atas kalau ada kelainan refluks, jadinya backflow dari urin," lanjutnya.
Dengan kata lain, urin yang berada di dalam kandung kemih bisa mengalir kembali ke atas karena ada kelainan. Ini bisa berujung pada gagal ginjal akut pada anak.
6. ISK Kompleks dan Rekuren
Dengan kata lain, infeksi saluran kemih (ISK) bisa berujung pada gagal ginjal. Namun, umumnya adalah ISK kompleks yakni ISK yang disertai kelainan anatomi. "Selain ISK kompleks, ada juga ISK rekuren, yaitu bolak-balik ISK padahal anak enggak ada kelainan anatomi," ujar Ina.
7. Bladder Bowel Disease
Selanjutnya adalah kelainan bladder bowel disease yaitu anak sering sembelit. Seharusnya, anak buang air besar setiap hari, tapi pengidap sembelit umumnya lebih jarang buang air besar
"Feses yang lama di usus bawah itu bisa kumannya masuk ke saluran kemih dan jadi infeksi saluran kemih. Padahal dasarnya awalnya sembelit, konstipasi," tutur Ina. Ketika anak mengalami gagal ginjal akut, mereka harus cuci darah. Namun, apabila dokter mengatakan bahwa kondisinya masih ringan dan sedang, cukup dengan obat-obatan pun bisa disembuhkan.
Baca Juga: Dokter Jelaskan Pentingnya Minum Air Distilasi untuk Kesehatan Ginjal