Aturan Penggunaan Kain Ulos Khas Batak, Bisa Dipakai sebagai Selendang hingga Rok

Arintya - Selasa, 18 Oktober 2022
Aturan penggunaan kain ulos.
Aturan penggunaan kain ulos. ErikdeGraaf/iStockphoto

Parapuan.co – Kawan Puan, kain ulos merupakan salah satu wastra Indonesia yang telah ada ribuah tahun lalu.

Menurut laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, kain ulos yang berasal dari kebudayaan Batak ini telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil.

Keistimewaan ulos ini tak heran jika Kemendikbud RI menetapkan kain tradisional dari suku Batak ini sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia pada 17 Oktober 2014.

Nah berangkat dari sana, tepatnya pada tahun 2015, Kemendikbud menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional.

Kawan Puan, kain ulos ini bukanlah sekadar kain tenun biasa, sebab memiliki nilai sakral, dan digunakan oleh orang Batak dalam berbagai upacara adat, pernikahan, hingga kematian.

Bahkan ada semboyan mengenai kain ulos ini yang berbunyi, “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong,”.

Dikutip dari Kompas.com, semboyan tersebut memiliki makna jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, maka kain ulos adalah pengikat kasih sayang antar sesama.

Aturab Penggunaan Kain Ulos

Kawan Puan, jika ditilik secara harfiah, kain ulos merupakan kain selimut yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh serta melindungi dari hawa dingin.

Baca Juga: Jelang Hari Ulos Nasional, Kenali Sejarah Ulos yang Punya Makna Sakral Bagi Suku Batak

Sumber: kemendikbud.go.id,Kompas.com
Penulis:
Editor: Arintya

Jogja First-timer? Ini Rekomendasi Itinerari buat Kamu!