Antidrama, Lakukan Ini Ketika Menentukan Nama Bayi Bersama Pasangan

Arintha Widya - Senin, 6 Juni 2022
ilustrasi bayi
ilustrasi bayi Mikolette

Parapuan.co - Kawan Puan, hal sederhana seperti menentukan nama bayi terkadang membuat pasangan suami istri adu opini.

Suami ingin nama dari bahasa Jawa, sedangkan istri ingin nama dari bahasa Arab, misalnya.

Jika tidak menemukan jalan tengah, bisa-bisa sang anak tidak juga punya nama hingga hari kelahirannya.

Untuk menghindari hal tersebut, lakukan beberapa tips menentukan nama bayi bersama pasangan seperti mengutip The Tot berikut ini!

1. Cari nama yang trendi

Nama anak tak hanya harus bagus tetapi juga trendi, supaya tetap dapat bertahan seiring zaman berganti.

Ketika hendak memberikan nama, usahakan kamu memikirkan apakah nanti saat ia tumbuh besar, panggilannya tidak ketinggalan zaman.

Di era seperti sekarang, kamu sebaiknya tidak menggunakan nama-nama yang dipakai kakek-nenekmu dahulu, bukan?

2. Nama klasik tidak selalu membosankan

Baca Juga: Bisa Menyerang Balita dan Bayi, Ini 4 Gejala Flu Singapura yang Wajib Dicatat

Boleh saja jika ingin memberikan nama klasik kepada anakmu yang akan segera lahir.

Akan tetapi, pastikan nama itu timeless sehingga tidak terkesan kuno dan dapat mengikuti zaman.

3. Melihat silsilah keluarga

Kalau kamu bingung mencari nama baru, coba cek silsilah keluargamu dari beberapa generasi terdahulu.

Siapa tahu kamu mendapat inspirasi menamai anak mirip nama eyang buyutnya yang telah tiada.

4. Hormati budayamu

Cara lain menentukan nama untuk anak adalah dari budaya di mana kamu dan pasangan berasal.

Kalau kamu dan pasangan sama-sama orang Jawa, nama Jawa bisa jadi pilihan.

Demikian pula kalau kamu dan pasangan sama-sama orang Sunda, Batak, atau lainnya.

Baca Juga: Demi Bayi ASI Eksklusif, Ini 7 Persiapan Memompa ASI bagi Ibu Bekerja

5. Cari artinya

Setelah menemukan sejumlah nama sebagai kandidat untuk diberikan kepada anak, cari arti dari masing-masing kata.

Pilih yang mengandung arti baik dan berisi doa sesuai yang kamu dan pasanganmu harapkan.

6. Renungkan semua kemungkinan nama panggilan

Begitu mendapatkan nama lengkap yang kamu dan pasangan sepakati, pikirkan panggilan bagi anak.

Kalau bisa, usahakan nama anak kelak tidak dijadikan bahan olok-olokan teman-temannya.

7. Hindari stres

Perlu digarisbawahi, nama memang akan melekat pada seseorang seumur hidup.

Meski begitu, kamu tak perlu terlalu stres memikirkannya, apalagi sampai bertengkar dengan pasangan.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, sebaiknya persiapkan nama bayi jauh-jauh hari.

Kamu dapat memulai mencari referensi memasuki trimester ketiga kehamilan, lho!

Baca Juga: Arus Balik Mudik, Begini 3 Tips Membuat Bayi Nyaman selama Perjalanan

(*)

Sumber: The Tot
Penulis:
Editor: Maharani Kusuma Daruwati