Sambut Hari Ayah, Inilah Perbedaan Gaya Pengasuhan Ayah dan Ibu

Ericha Fernanda - Kamis, 11 November 2021
Hari Ayah Sedunia, ternyata ada perbedaan pengasuhan antara ayah dan ibu
Hari Ayah Sedunia, ternyata ada perbedaan pengasuhan antara ayah dan ibu oatawa

 

Parapuan.co - Menyambut Hari Ayah Nasional yang diperingati 12 November esok, kita seolah diingatkan betapa pentingnya kehadiran ayah dalam pengasuhan anak.

Keterlibatan ayah diperlukan untuk keberhasilan dan tumbuh kembang anak, baik secara fisik, mental, emosional, maupun spiritual.

Tidak ada pengasuhan yang sempurna, begitu juga orang tua. Tetapi, memberikan cinta, kasih sayang, perhatian, perlindungan, dan memenuhi kebutuhan anak sangatlah perlu.

Kawan Puan pasti paham betul jika gaya pengasuhan ayah dan ibu berbeda. Meski berbeda, hal tersebut tidak lantas membuat pengasuhan anak menjadi saling berseberangan.

Alangkah baiknya, ayah dan ibu berkolaborasi dalam pengasuhan anak.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Baik Orang Tua yang Disukai Anak, Salah Satunya Minta Maaf

Meski cara mendidiknya berbeda, tetapi sama-sama memiliki visi sejalan untuk kualitas tumbuh kembang anak sangat diperlukan. 

Melansir Live About, inilah perbedaan ayah dan ibu terkait gaya pengasuhan anak

Gaya Pengasuhan Ayah

Secara umum, ayah lebih fokus untuk memiliki harapan yang tinggi terhadap anak-anak dan mendorong mereka untuk mewujudkannya secara konsisten.

Kadang-kadang ayah cenderung kurang fokus untuk membuat anak merasa baik atau aman.

Biasanya, ayah lebih pada menantang kemampuan dan keterbatasan anak guna membantunya dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia nyata.

Ayah memang tidak mengungkapkan sesuatu secara verbal sebanyak ibu, baik tentang nasehat maupun disiplin.

Namun, ayah cenderung bertindak langsung dengan sedikit kata-kata untuk berterus terang kepada anak.

Mungkin sikap tersebut tampak kaku bahkan sedikit angkuh, tetapi sikap tersebut akan membantu anak-anak untuk menghadapi kehidupan nyata.

Dari sudut pandang disiplin, ayah cenderung memaksakan konsekuensi lebih cepat dan kemudian berbicara nanti.

Meski ayah tidak mengungkapkan, sebenarnya ia sangat menyayangi anaknya melalui pengorbanan bagaimana ia bersusah payah bekerja agar keluarganya sejahtera.

Baca Juga: 5 Masalah Perilaku Anak yang Tidak Bisa Diabaikan dan Cara Mengatasinya

 

Gaya Pengasuhan Ibu

Jika dibandingkan, secara umum ibu memang lebih dominan dalam peran mengasuh anak, mengingat kemampuannya yang dapat diandalkan.

Ibu sering kali mengerti dan perhatian pada detail-detail kecil kebutuhan anak, bahkan intuisinya sangat akurat terkait dengan buah hatinya. 

Karena ibu mengandung, hubungan emosional yang dimulai dari dalam perut ibu sudah lebih lama berkembang.

Oleh karena itu, kelekatan antara ibu dan anak tidak diragukan lagi. Biasanya, anak melihat ibu sebagai tempat berlindungnya.

Berbeda dengan ayah, ibu cenderung lebih banyak berbicara dengan anak yang dimanifestasikan dalam kata-kata penegasan, harapan yang lebih jelas, dan bicara masalah disiplin.

 

Para ibu umumnya mendahulukan kebutuhan anak-anak mereka di atas kebutuhannya sendiri, bahkan hingga mengorbankan sesuatu.

Bekerja sama untuk memadukan gaya pengasuhan ayah dan ibu membutuhkan banyak usaha dan fokus khusus.

Baca Juga: Zayn Malik dan Gigi Hadid Putus karena Konflik Mertua, Ini Dampak Buruk Helicopter Parenting

Perlu diingat bahwa saat ayah dan ibu mencoba menjadi orang tua bersama yang efektif, dampak positif pada bisa dirasakan dalam tumbuh kembangnya. 

Jadi, kenali dulu bahwa gaya pengasuhan ayah dan ibu berbeda. Perbedaan bukanlah hal yang buruk melainkan ada perspektif baru yang bisa dikomunikasikan.

Intinya, prioritaskan anak-anak demi tumbuh kembangnya yang lebih baik dan berkualitas berkat kolaborasi pengasuhan ayah dan ibu.

(*)