Cara Perempuan Berdamai dengan Perceraian, Langkah Memulai Hidup Baru

By Saras Bening Sumunar, Minggu, 31 Agustus 2025

Cara perempuan berdamai dengan perceraian.

Parapuan.co - Perceraian adalah salah satu fase paling menantang dalam kehidupan, terutama bagi perempuan yang seringkali dihadapkan pada beban emosional, sosial, dan finansial secara bersamaan. Perasaan kecewa, marah, sedih, hingga kehilangan arah bisa datang silih berganti, membuat segalanya terasa berat untuk dijalani.

Namun, di balik semua luka, perceraian juga bisa menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan bermakna. Saat kamu mampu berdamai dengan kenyataan dan menyembuhkan diri, kamu akan menemukan kekuatan tersembunyi yang sebelumnya tak pernah kamu sadari.

Proses ini memang tidak instan dan membutuhkan waktu, tetapi langkah kecil yang kamu ambil setiap hari akan membawamu pada kehidupan yang lebih damai dan penuh kebahagiaan.

"Perceraian adalah proses rumit yang bisa sangat traumatis. Ini adalah proses berduka, rasa sakitnya seperti kehilangan orang yang dicintai," ujar Brittany Jenkins, MA, LMFT, seorang pakar hubungan dikutip dari Brides.

Britanny juga menjelaskan bahwa perceraian memberikan pengaruh yang besar bukan hanya pada individu tapi kehidupan juga anak. "Perceraian sering kali memengaruhi keluarga, anak, kehidupan pribadi, juga hubungan sosial," imbuh Brittany Jenkins.

"Artinya, situasi ini (perceraian) punya dampak berlapis yang mungkin memberikan beban emosional yang jarang disadari," imbuhnya. Ia juga menjelaskan bahwa, tidak ada orang yang berniat menikah untuk berpisah. Namun setiap rumah tangga memiliki liku-liku masing-masing dan cara memprosesnya pun berbeda-beda.

Jika kamu sedang dihadapkan dengan perceraian, bagaimana cara untuk  berdamai dengan perceraian, menerima kenyataan dengan hati yang lebih lapang, dan melangkah menuju babak baru kehidupan dengan lebih kuat?

1. Terima Emosi

Langkah pertama untuk berdamai dengan perceraian adalah menerima semua emosi yang muncul, tanpa menyangkal atau menolaknya. Kamu mungkin merasa marah, kecewa, hancur, bahkan tidak berharga. Semua itu wajar dan manusiawi. Mengakui perasaanmu adalah bagian penting dari proses penyembuhan.

Baca Juga: Kehidupan Setelah Perceraian, Belajar Bangkit dan Menata Ulang Hidup

Alih-alih menekan emosi, coba salurkan perasaan tersebut dengan cara yang sehat, seperti menulis di jurnal, bercerita kepada sahabat, atau melakukan aktivitas yang kamu sukai. Menghadapi emosi, bukan melarikan diri darinya, akan membantu kamu memahami dirimu sendiri dengan lebih baik.

2. Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Setelah perceraian, banyak perempuan terjebak dalam perasaan bersalah atau menyesali berbagai keputusan masa lalu. Padahal, menyalahkan diri sendiri hanya akan membuat proses penyembuhan semakin sulit.

Ingatlah bahwa perceraian bukan semata-mata kegagalanmu, melainkan hasil dari berbagai faktor yang mungkin berada di luar kendali. Menerima kenyataan ini akan membantumu melepaskan beban emosional dan memberikan ruang untuk memaafkan diri sendiri.

3. Bangun Rasa Percaya Diri

Perceraian sering kali membuat perempuan merasa kehilangan identitas dan harga diri. Oleh karena itu, penting untuk mulai membangun kembali rasa percaya dirimu. Fokuslah pada potensi, kelebihan, dan kemampuan yang kamu miliki.

Kamu bisa memulai dengan merawat diri, menetapkan tujuan hidup baru, atau mengembangkan keterampilan yang dulu sempat terabaikan. Ingat, perceraian bukanlah akhir dari dirimu sebagai individu. Kamu tetap berharga dan memiliki hak untuk bahagia.

4. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Baca Juga: Azizah Salsha-Pratama Arhan Cerai, Mengapa Pasangan Muda Rentan Gagal dalam Pernikahan?

Proses berdamai dengan perceraian akan jauh lebih mudah jika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang mendukungmu. Berbagi cerita dengan keluarga, teman dekat, atau komunitas yang memahami kondisimu dapat memberikan rasa lega dan semangat baru.

Jika perlu, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional seperti konselor atau terapis. Mereka dapat membantumu melihat situasi dari sudut pandang yang lebih objektif dan membimbingmu melewati proses pemulihan dengan lebih efektif.

5. Fokus pada Masa Depan Bukan Masa Lalu

Masa lalu tidak bisa diubah, tetapi masa depan sepenuhnya ada di tanganmu. Daripada terus terjebak dalam penyesalan atau luka lama, arahkan energimu untuk membangun kehidupan baru yang lebih sehat dan bahagia.

Kamu bisa membuat rencana kecil untuk mencapai tujuan pribadi, misalnya meningkatkan keterampilan kerja, memulai bisnis, atau sekadar memberikan waktu lebih untuk hobi yang kamu cintai. Setiap langkah kecil yang kamu ambil adalah bagian dari proses menemukan versi terbaik dari dirimu.

Baca Juga: 3 Cara Perempuan Menghadapi Perceraian dengan Tegar dan Kuat

(*)