Mira Lesmana Bagikan Sketsa Bocah 13 Tahun Atas Kepergian Ojol Affan

Tim Parapuan - Sabtu, 30 Agustus 2025
Mira Lesmana
Mira Lesmana

Reaksi publik pun bermunculan. Ribuan tanda suka dan puluhan komentar membanjiri unggahan Mira. Di antara komentar yang masuk, ada warganet yang mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mira karena berani bersuara soal tragedi tersebut. "Bu Miraaaaa terimkasi utk speak up," tulisnya.

Baca Juga: Seperti Najwa Shihab, Bagaimana Hadapi Kedukaan Pasca Suami Meninggal?

 

Bagi sebagian orang, gambar itu mungkin hanya sekilas tampak seperti coretan kasar. Namun, bagi banyak lainnya, ia menjadi bentuk perlawanan simbolis. Setiap tetes darah yang tergambar di kertas seolah menyuarakan jeritan agar duka ini tidak diabaikan. Dan justru karena lahir dari tangan seorang anak, pesan itu terasa semakin menyentuh.

Mira Lesmana sendiri dikenal sebagai sosok yang kerap menyuarakan isu sosial melalui karya filmnya. Unggahannya kali ini menunjukkan bahwa kepedulian itu bukan sekadar di layar lebar, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Solidaritas yang meluas ini menunjukkan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menggerakkan hati. Tidak perlu teknik tinggi atau medium besar, cukup selembar kertas dan keberanian untuk jujur. Dari situlah lahir sebuah karya yang mampu menembus batas ruang dan menjangkau ribuan hati

Simpati kepergian Affan juga datang dari publik figur lainnya. Beberapa artis, musisi, dan influencer ikut mengucapkan belasungkawa. Ada yang mengirim doa, ada pula yang memberikan bantuan untuk keluarga yang ditinggalkan. 

Meski demikian, kepergian Affan juga menyisakan pertanyaan besar tentang keselamatan warga sipil dalam situasi demonstrasi. Publik menuntut agar peristiwa seperti ini tidak lagi terulang. Dalam konteks ini, karya Bolo tidak sekadar gambar emosional, melainkan pengingat keras bagi semua pihak bahwa ada nyawa yang terenggut dengan cara yang tidak seharusnya.

Sketsa sederhana itu pada akhirnya menjelma simbol yang lebih besar dari dirinya sendiri. Ia bukan hanya hasil goresan seorang bocah, tetapi sebuah testimoni visual tentang luka bangsa. Dari garis hitam dan merah, lahir refleksi mendalam bahwa keadilan dan keselamatan rakyat kecil masih rentan terabaikan.

Kini, unggahan Mira Lesmana terus menyebar luas. Bukan hanya sekadar berita, tetapi sebagai pengingat agar masyarakat tidak melupakan Affan Kurniawan dan peristiwa tragis yang merenggut nyawanya. Di tengah derasnya arus informasi, karya sederhana itu hadir sebagai penanda bahwa duka ini nyata dan harus diingat.

Affan memang telah tiada, tetapi jejaknya kini hidup dalam banyak bentuk. Dari barisan pengemudi ojek online yang setia mengiringi kepergiannya, hingga sketsa pedih seorang bocah yang memilih menggambar darah sebagai tanda luka. 

Dengan demikian, karya Bolo dan unggahan Mira Lesmana bukan hanya sekadar ekspresi kesedihan, tetapi juga ajakan untuk tidak menutup mata. Kepergian Affan Kurniawan seharusnya menjadi titik balik, agar nyawa rakyat kecil tidak lagi menjadi korban dalam peristiwa yang bisa dicegah.

Baca Juga: Gustika Jusuf Cucu Bung Hatta Pakai Batik Slobog Bermakna Duka saat Upacara di Istana

(*)

Putri Renata

Sumber: Instagram
Penulis:
Editor: Citra Narada Putri