Parapuan.co - Duka atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat bentrokan demonstrasi (28/8) masih menyisakan luka mendalam. Peristiwa ini bukan hanya membuat keluarga korban berduka, tetapi juga memicu amarah dari sejumlah publik figur dan musisi yang menyoroti keras tindakan aparat.
1. Maia Estianty
Penyanyi sekaligus musisi Maia Estianty menjadi salah satu yang mengangkat suara. Dalam unggahannya, ia menyebut peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang “ngenes dan menyedihkan”.
/photo/2025/08/29/screenshot_20250829_144146_insta-20250829034127.jpg)
“Driver ojol Affan Kurniawan, semoga jiwamu diterima di sisi Allah SWT,” tulis Maia seraya mendoakan keluarga korban agar diberi kekuatan. Ia juga menyoroti bahwa peristiwa semacam ini hanya akan menambah kegeraman publik terhadap aparat yang seharusnya hadir sebagai pelindung.
2. Inul Daratista
Penyanyi dangdut, Inul Daratista turut menyampaikan rasa kehilangan yang begitu dalam. Dengan penuh emosi, Inul menuliskan doa: “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga perjuanganmu tidak sia-sia, Allah SWT akan membawamu langsung ke surga.”
Kalimat tersebut ia sertai deretan emotikon menangis, menggambarkan kesedihan yang tak bisa ditutupi.
Baca Juga: Duka Mengiringi Kepergian Affan, Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob
3. Fuji
/photo/2025/08/29/screenshot_20250829_143234_insta-20250829034509.jpg)
Berbeda dari Maia dan Inul, selebgram Fuji lebih menyoroti sisi demokrasi yang seharusnya hadir dalam kehidupan masyarakat. Ia menegaskan, demokrasi bukan hanya soal sistem pemerintahan, tetapi juga soal kemauan untuk mendengar, peduli, dan berbicara. Menurutnya, tragedi Affan menjadi bukti bahwa nilai demokrasi itu belum sepenuhnya hadir.
4. Fadil Jaidi
Kemarahan publik juga ditunjukkan oleh selebgram, Fadil Jaidi. Dalam unggahannya, Fadil menuliskan ucapan belasungkawa, “Turut berduka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan,” disertai simbol bunga, bendera merah putih, dan hati yang patah.
/photo/2025/08/29/screenshot_20250829_142050_insta-20250829034703.jpg)
Tidak hanya itu, dengan kalimat menohok, Fadil mengkritik keras pihak berwenang. “Wahai bapak-bapak sekalian, tak usah melindas, rakyatmu sudah tertindas,” tulisnya. Fadil mengatakan bahwa tragedi ini menjadi pengingat bahwa demokrasi bisa terasa jauh dari harapan. “Kita diingatkan lagi, demokrasi bukan sekadar sistem, tapi bagaimana manusia diperlakukan dengan adil, bagaimana memanusiakan manusia,” lanjutnya.
5. Jerome Polin
Sementara itu, Jerome Polin bersama Malaka Project juga menyuarakan kemarahan. Dalam pernyataannya, mereka menulis bahwa Affan, “kawan sesama pekerja, sesama warga negara Indonesia telah mati dibunuh akibat tabrakan kendaraan taktis yang melaju kencang".
Baca Juga: Demo 28 Agustus Telan Korban Jiwa, Rakyat Tak Butuh Belas Kasih Tetapi Keadilan
/photo/2025/08/29/screenshot_20250829_142349_insta-20250829034837.jpg)
Di dalam postingannya menyebut peristiwa ini sebagai “pembunuhan brutal”. Mereka mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk bertanggung jawab penuh tanpa mencoba menutupi fakta.
6. Ardhito Pramono
Penyanyi Ardhito Pramono, juga ikut menyuarakan keamarahannya. Melalui akun resminya, ia menilai bahwa tragedi ini merupakan bukti nyata hilangnya rasa aman di tengah masyarakat. Menurutnya, kematian Affan bukan hanya tragedi personal, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.
/photo/2025/08/29/screenshot_20250829_142021_insta-20250829035002.jpg)
Dalam unggahannya, Ardhito menyebut Affan sebagai sosok tulang punggung keluarga dan pekerja keras, “Sudah tidak ada kepercayaan, apalagi rasa aman,” tulisnya. Kritik itu sekaligus menohok langsung kepada aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.
7. Karin Novilda
Tidak ketinggalan, selebgram Karin Novilda menyampaikan duka yang sama. Dalam pernyataannya, ia menilai peristiwa itu kembali memperlihatkan bahwa rakyat kecil sering kali menjadi korban dalam konflik yang terjadi di jalanan. “Nyawa rakyat kecil lagi-lagi jadi korban. Usut tuntas, jangan ada pengalihan isu,” tulisnya lantang.
Baca Juga: Demo Buruh 28 Agustus 2025 di Gedung DPR, Ini Sederet Faktanya
Dengan ini, membuktikan bahwa tragedi Affan Kurniawan bukan lagi sekadar insiden biasa. Ia telah menjelma menjadi simbol perlawanan, kritik, dan seruan keadilan yang diperjuangkan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para publik figur.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. Semua pihak menuntut kejelasan, transparansi, dan pertanggungjawaban yang nyata atas kematian seorang pekerja keras yang seharusnya bisa pulang dengan selamat ke rumahnya.
Kematian Affan Kurniawan menjadi cermin rapuhnya sistem yang seharusnya melindungi rakyat. Suara-suara lantang dari seluruh publik figur dan masyarakat menegaskan satu hal, yakni keadilan harus ditegakkan, dan nyawa rakyat tidak boleh lagi menjadi taruhan.
Kini, seluruh mata publik tertuju pada bagaimana negara merespons. Apakah keadilan benar-benar akan ditegakkan, atau tragedi ini hanya akan menjadi deretan kasus yang perlahan dilupakan?
(*)
Putri Renata