/photo/2025/08/29/screenshot_20250829_142349_insta-20250829034837.jpg)
Di dalam postingannya menyebut peristiwa ini sebagai “pembunuhan brutal”. Mereka mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk bertanggung jawab penuh tanpa mencoba menutupi fakta.
6. Ardhito Pramono
Penyanyi Ardhito Pramono, juga ikut menyuarakan keamarahannya. Melalui akun resminya, ia menilai bahwa tragedi ini merupakan bukti nyata hilangnya rasa aman di tengah masyarakat. Menurutnya, kematian Affan bukan hanya tragedi personal, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.
/photo/2025/08/29/screenshot_20250829_142021_insta-20250829035002.jpg)
Dalam unggahannya, Ardhito menyebut Affan sebagai sosok tulang punggung keluarga dan pekerja keras, “Sudah tidak ada kepercayaan, apalagi rasa aman,” tulisnya. Kritik itu sekaligus menohok langsung kepada aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.
7. Karin Novilda
Tidak ketinggalan, selebgram Karin Novilda menyampaikan duka yang sama. Dalam pernyataannya, ia menilai peristiwa itu kembali memperlihatkan bahwa rakyat kecil sering kali menjadi korban dalam konflik yang terjadi di jalanan. “Nyawa rakyat kecil lagi-lagi jadi korban. Usut tuntas, jangan ada pengalihan isu,” tulisnya lantang.
Baca Juga: Demo Buruh 28 Agustus 2025 di Gedung DPR, Ini Sederet Faktanya
Dengan ini, membuktikan bahwa tragedi Affan Kurniawan bukan lagi sekadar insiden biasa. Ia telah menjelma menjadi simbol perlawanan, kritik, dan seruan keadilan yang diperjuangkan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para publik figur.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. Semua pihak menuntut kejelasan, transparansi, dan pertanggungjawaban yang nyata atas kematian seorang pekerja keras yang seharusnya bisa pulang dengan selamat ke rumahnya.
Kematian Affan Kurniawan menjadi cermin rapuhnya sistem yang seharusnya melindungi rakyat. Suara-suara lantang dari seluruh publik figur dan masyarakat menegaskan satu hal, yakni keadilan harus ditegakkan, dan nyawa rakyat tidak boleh lagi menjadi taruhan.
Kini, seluruh mata publik tertuju pada bagaimana negara merespons. Apakah keadilan benar-benar akan ditegakkan, atau tragedi ini hanya akan menjadi deretan kasus yang perlahan dilupakan?
(*)
Putri Renata