Baca Juga: Perempuan Harus Aware, Inilah 4 Faktor yang Kerap Menjadi Alasan Perceraian
Silent divorce sering kali lebih berbahaya daripada konflik terbuka, karena kondisi ini menciptakan rasa kesepian yang mendalam. Kamu mungkin merasa memiliki pasangan secara status, tetapi sebenarnya hidup sendirian secara emosional. Dampaknya bisa berupa:
-
Hilangnya rasa bahagia dalam pernikahan.
-
Munculnya rasa asing terhadap pasangan sendiri.
-
Anak-anak merasakan suasana rumah yang dingin meskipun tidak ada pertengkaran.
-
Terbuka peluang bagi perselingkuhan emosional atau fisik karena kebutuhan afeksi tidak terpenuhi.
Untuk diketahui, fenomena silent divorce sebenarnya menjadi cermin bahwa pernikahan tidak hanya bisa runtuh karena pertengkaran, tetapi juga karena keheningan yang berkepanjangan.
Banyak pasangan tidak menyadari bahwa diam yang terlalu lama bisa menjadi racun bagi cinta. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga komunikasi, memelihara keintiman, dan menyadari bahwa pernikahan bukan hanya tentang bertahan secara fisik, tetapi juga tumbuh bersama secara emosional.
Baca Juga: Waspada 7 Red Flag Pernikahan yang Bisa Berujung pada Perceraian
(*)