Tujuan Terkait

Dari Merintis Usaha hingga Pesta Rakyat, Peluang UMKM Terbuka Lebar

Tim Parapuan - Jumat, 29 Agustus 2025
UMKM di Indonesia
UMKM di Indonesia

Parapuan.co - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) membuka acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Smesco Indonesia, Jakarta (22/8). Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat kemandirian ekonomi rakyat melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pesta Rakyat ini menghadirkan ruang kolaborasi terbuka bagi masyarakat, pelaku UMKM, hingga pakar dan praktisi dari berbagai bidang. Lewat diskusi inspiratif, lokakarya interaktif bersama mentor berpengalaman, serta pameran produk UMKM unggulan, acara ini diharapkan mampu mendorong inovasi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil.

Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi
Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi

Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari peran aktif perusahaan dalam mendukung agenda pemerintah. Melalui kerja sama strategis antara Sampoerna Retail Community (SRC) dan lima perusahaan BUMN unggulan, akses ketersediaan barang dan jasa bagi 250.000 toko kelontong binaan SRC dapat dipercepat. Langkah ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap daya saing nasional dan hilirisasi industri.

Komitmen Sampoerna dalam membangun ekonomi rakyat tidak berhenti di satu titik. Dari sektor hulu, perusahaan bermitra dengan lebih dari 19.500 petani tembakau dan cengkih. Melalui pendampingan teknis, para petani dibimbing untuk meningkatkan kualitas hasil panen, sekaligus dijamin akses pemasarannya. Menariknya, banyak di antara petani tersebut juga menanam komoditas pangan yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Di sektor produksi, Sampoerna mengoperasikan sembilan fasilitas dan bermitra dengan 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang tersebar di 31 kota/kabupaten di Pulau Jawa. Model kemitraan ini memberi peluang bagi koperasi dan pengusaha daerah untuk tumbuh bersama. Tak hanya itu, Sampoerna juga menggandeng 1.700 pemasok barang dan jasa lokal sebagai bagian dari rantai nilai bisnisnya.

Keterlibatan ini berdampak luas bagi tenaga kerja. Saat ini, Sampoerna menyerap lebih dari 90.000 pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan juga konsisten meningkatkan kualitas SDM, mendorong inovasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Jaringan pemasaran pun meluas, mulai dari 30 negara tujuan ekspor hingga 1,5 juta peritel di dalam negeri.

Selain fokus pada bisnis, Sampoerna terus memperluas kontribusi sosialnya. Melalui program Sampoerna Karya Bangsa, perusahaan menghadirkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Program ini ditujukan agar semakin banyak tenaga kerja terampil sekaligus wirausahawan mandiri yang lahir dari berbagai daerah di Indonesia.

Ivan menekankan, semangat gotong royong menjadi landasan dari seluruh inisiatif tersebut. Sebagai perusahaan yang telah hadir selama 112 tahun di Indonesia, Sampoerna berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta mendukung terciptanya keadilan sosial.

Dengan semangat persatuan, Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 menjadi simbol perjalanan menuju kemandirian ekonomi nasional. Sampoerna berharap langkah ini dapat ikut memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045, di mana masyarakat, UMKM, dan dunia usaha dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan bersama.

Baca Juga: Perempuan dan UMKM, Antara Mimpi, Realita, dan Tantangan Finansial

 

Tekanan kebutuhan hidup, keinginan gaya hidup yang terus meningkat, hingga tanggungan keluarga membuat sebagian orang memilih mencari tambahan penghasilan. Usaha sampingan dianggap sebagai solusi praktis untuk menjaga kestabilan keuangan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.

Dilansir melalui laman Kompas.com, ada beberapa hal yang patut Kawan Puan dipertimbangkan supaya usaha yang dijalankan dapat berjalan lancar.

Menentukan Modal

Banyak calon pelaku usaha terjebak pada kesalahan umum, yakni terlalu berani menggunakan dana besar di awal. Padahal, memulai usaha dengan modal kecil justru lebih aman dan memungkinkan untuk belajar tanpa risiko besar.

Manajemen Waktu

Selain modal, karyawan juga perlu cermat dalam mengatur waktu. Pekerjaan utama tetap harus menjadi prioritas, sehingga usaha sampingan sebaiknya tidak menyita energi terlalu banyak. Pilihan bisnis ringan seperti menjadi reseller, dropshipper, atau menjual produk digital bisa menjadi opsi menarik. Waktu istirahat atau setelah pulang kantor bisa dimanfaatkan untuk mengelola pesanan atau berinteraksi dengan pelanggan.

Pemahaman Pasar

Langkah berikutnya adalah memahami pasar dengan benar. Mengetahui kebutuhan konsumen akan sangat menentukan keberlangsungan usaha. Misalnya, jika ingin menjual camilan di lingkungan kantor, penting melakukan riset kecil untuk mengetahui produk apa yang paling digemari. Dari sana, karyawan bisa menawarkan produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan teman sekantor, sehingga peluang laku pun lebih besar.

Namun, pasar sering kali cepat berubah. Produk yang laris pada satu waktu bisa kehilangan peminat dalam hitungan minggu. Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci penting. Memperbarui menu, mengikuti tren, atau bahkan menawarkan variasi baru akan menjaga bisnis tetap relevan dan tidak mudah ditinggalkan konsumen.

Promosi

Strategi promosi juga tidak boleh diabaikan. Untuk tahap awal, promosi sederhana dari mulut ke mulut bisa efektif. Tapi di era digital saat ini, memanfaatkan media sosial menjadi langkah yang lebih menjanjikan. Konten kreatif yang konsisten akan membantu produk lebih cepat dikenal, bahkan meluas ke luar lingkaran pertemanan kantor.

Meski begitu, promosi tidak akan ada artinya jika kualitas produk atau jasa tidak terjaga. Kepuasan pelanggan harus selalu diprioritaskan agar usaha bertahan jangka panjang. Penetapan harga yang sesuai dengan target pasar juga penting agar konsumen merasa produk yang ditawarkan sepadan dengan nilai yang mereka keluarkan.

Pada akhirnya, memulai usaha sampingan bukan hanya soal menambah penghasilan, melainkan juga belajar mengelola risiko, waktu, dan sumber daya. Jika dijalankan dengan konsisten dan penuh perhitungan, usaha kecil bisa tumbuh menjadi peluang besar yang membuka jalan kemandirian finansial di masa depan.

Baca Juga: Bagaimana Cara UMKM Mengatur Keuangan agar Tak Mudah Bangkrut?

(*)

Putri Renata

Sumber: Kompas.com,Sampoerna
Penulis:
Editor: Citra Narada Putri

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari, program KG Media yang merupakan suatu rencana aksi global, bertujuan untuk menghapus kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.