Tujuan Terkait

Dari Merintis Usaha hingga Pesta Rakyat, Peluang UMKM Terbuka Lebar

Tim Parapuan - Jumat, 29 Agustus 2025
UMKM di Indonesia
UMKM di Indonesia

Baca Juga: Perempuan dan UMKM, Antara Mimpi, Realita, dan Tantangan Finansial

 

Tekanan kebutuhan hidup, keinginan gaya hidup yang terus meningkat, hingga tanggungan keluarga membuat sebagian orang memilih mencari tambahan penghasilan. Usaha sampingan dianggap sebagai solusi praktis untuk menjaga kestabilan keuangan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.

Dilansir melalui laman Kompas.com, ada beberapa hal yang patut Kawan Puan dipertimbangkan supaya usaha yang dijalankan dapat berjalan lancar.

Menentukan Modal

Banyak calon pelaku usaha terjebak pada kesalahan umum, yakni terlalu berani menggunakan dana besar di awal. Padahal, memulai usaha dengan modal kecil justru lebih aman dan memungkinkan untuk belajar tanpa risiko besar.

Manajemen Waktu

Selain modal, karyawan juga perlu cermat dalam mengatur waktu. Pekerjaan utama tetap harus menjadi prioritas, sehingga usaha sampingan sebaiknya tidak menyita energi terlalu banyak. Pilihan bisnis ringan seperti menjadi reseller, dropshipper, atau menjual produk digital bisa menjadi opsi menarik. Waktu istirahat atau setelah pulang kantor bisa dimanfaatkan untuk mengelola pesanan atau berinteraksi dengan pelanggan.

Pemahaman Pasar

Langkah berikutnya adalah memahami pasar dengan benar. Mengetahui kebutuhan konsumen akan sangat menentukan keberlangsungan usaha. Misalnya, jika ingin menjual camilan di lingkungan kantor, penting melakukan riset kecil untuk mengetahui produk apa yang paling digemari. Dari sana, karyawan bisa menawarkan produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan teman sekantor, sehingga peluang laku pun lebih besar.

Namun, pasar sering kali cepat berubah. Produk yang laris pada satu waktu bisa kehilangan peminat dalam hitungan minggu. Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci penting. Memperbarui menu, mengikuti tren, atau bahkan menawarkan variasi baru akan menjaga bisnis tetap relevan dan tidak mudah ditinggalkan konsumen.

Promosi

Strategi promosi juga tidak boleh diabaikan. Untuk tahap awal, promosi sederhana dari mulut ke mulut bisa efektif. Tapi di era digital saat ini, memanfaatkan media sosial menjadi langkah yang lebih menjanjikan. Konten kreatif yang konsisten akan membantu produk lebih cepat dikenal, bahkan meluas ke luar lingkaran pertemanan kantor.

Meski begitu, promosi tidak akan ada artinya jika kualitas produk atau jasa tidak terjaga. Kepuasan pelanggan harus selalu diprioritaskan agar usaha bertahan jangka panjang. Penetapan harga yang sesuai dengan target pasar juga penting agar konsumen merasa produk yang ditawarkan sepadan dengan nilai yang mereka keluarkan.

Pada akhirnya, memulai usaha sampingan bukan hanya soal menambah penghasilan, melainkan juga belajar mengelola risiko, waktu, dan sumber daya. Jika dijalankan dengan konsisten dan penuh perhitungan, usaha kecil bisa tumbuh menjadi peluang besar yang membuka jalan kemandirian finansial di masa depan.

Baca Juga: Bagaimana Cara UMKM Mengatur Keuangan agar Tak Mudah Bangkrut?

(*)

Putri Renata

Sumber: Kompas.com,Sampoerna
Penulis:
Editor: Citra Narada Putri

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari, program KG Media yang merupakan suatu rencana aksi global, bertujuan untuk menghapus kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.