Bahaya Kanker Serviks pada Perempuan
Bagi perempuan, kanker serviks sangat berbahaya hingga bisa menyebabkan kematian, terutama bila terlambat mendapatkan penanganan. Ada beberapa gejala kanker serviks pada perempuan, seperti pendarahan vagina setelah berhubungan seksual di antara periode menstruasi atau setelah menopause.
Bukan hanya itu, kanker serviks juga ditandai dengan pendarahan menstruasi yang lebih banyak dan berlangsung lama. Keputihan encer hingga nyeri panggul saat berhubungan seksual juga menjadi tanda lain kanker serviks. Walaupun berbahaya dan mematikan, rupanya kanker serviks pada perempuan bisa dicegah melalui vaksinasi HPV.
Merujuk dari laman Unicef, vaksin HPV melindungan perempuan terhadap human papillomavirus. Setelah disuntikkan, tubuh akan bereaksi dengan membuat antibodi untuk membantu sistem imun melawan infeksi HPV. Perlindungan dari vaksin HPV bertahan selama lebih dari 18 tahun.
Vaksin HPV bahkan mencegah lebih dari 90 persen kanker serviks pada perempuan. Menurut laporan laman Everyday Health, di tahun 2008 sampai 2022, kasus kanker serviks menurun sekitar 80 persen pada perempuan usia 20 hingga 24 tahun.
Bukan itu saja, penurunan angka peluang kanker pada perempuan yang lebih tua juga mengalami penurunan. Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa vaksin HPV tidak hanya efektif mencegah kanker serviks, tetapi juga sangat aman.
Siapa yang Harus Mendapatkan Vaksin HPV?
Vaksin HPV direkomendasikan untuk orang berusia 9 sampai 26 tahun. Di Kosovo, vaksin HPV masuk ke dalam salah satu vaksin utama sejak tahun 2023 dan mulai diberikan kepada anak perempuan berusia 12 tahun.
Vaksin HPV diberikan sebagai suntikan di lengan atas atau paha. Satu atau dua dosis vaksin direkomendasikan (tergantung pada usia dan persyaratan negara masing-masing). Langkah vaksinasi ini memastikan bahwa perempuan memiliki perlindungan terbaik terhadap virus HPV.
Baca Juga: Skotlandia Laporkan Nol Kasus Kanker Serviks pada Perempuan yang Sudah Vaksin HPV
(*)