Anneila Firza Kadriyanti

Pengamat komunikasi politik gender; founder dan pegiat literasi digital Mari Melek Media; feminist blogger.

Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Membahasakan Isu Perempuan

Anneila Firza Kadriyanti Jumat, 28 Oktober 2022
Merayakan Sumpah Pemuda dengan mengingat bagaimana bahasa jadi alat yang mempersatukan perempuan Indonesia.
Merayakan Sumpah Pemuda dengan mengingat bagaimana bahasa jadi alat yang mempersatukan perempuan Indonesia. Dok. Parapuan

Tulisan ini merupakan pandangan pribadi dari penulis.

Parapuan.co - Selamat Hari Sumpah Pemuda…dan Pemudi!

Kongres Pemuda II yang dilangsungkan pada 28 Oktober 1928 silam memang mayoritas diikuti oleh pemuda (laki-laki).

Namun kehadiran para pemudi (perempuan) juga tercatat sebagai peserta kongres. Bahkan tiga orang di antara 10 peserta perempuan tersebut turut menjadi pembicara utama.

Dalam buku Wage Rudolf Supratman yang ditulis oleh Bambang Sularto (1985) menyebutkan, Supratman memuji Poernomowulan yang kala itu mewakili organisasi Jong Java (ada pula yang menyebut perwakilan Taman Siswa) sebagai seorang perempuan dengan pengabdian sangat besar demi memajukan pendidikan bagi generasi muda pribumi (Indonesia).

Mengutip dari laman Historia, Poernomowulan menjadi pembicara yang paling pertama tampil dan langsung mengemukakan tentang pentingnya mengajarkan baca-tulis untuk mendidik pemuda Indonesia agar mampu membangun peradaban di tanah airnya sendiri.

Selain Poernomowulan, dua perempuan lain yang menjadi pembicara dalam kongres adalah Siti Soendari yang merupakan adik dari dr. Soetomo (pendiri organisasi Budi Utomo), dan Emma Poeradiredja yang merupakan pendiri organisasi Istri Pasundan.

Mardanas Safwan (2009) yang menyusun buku Peranan Gedung Kramat Raya 106 Dalam Melahirkan Sumpah Pemuda mencatat, Siti Soendari berpidato tentang pentingnya sosialisasi politik dan pendidikan diberikan tidak hanya kepada laki-laki, melainkan juga kepada perempuan agar perempuan turut aktif dalam menyokong pergerakan demi kemuliaan negara.

Baca Juga: Diperingati Setiap 28 Oktober, Ini Isi dan Makna Teks Sumpah Pemuda

Pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh para perempuan peserta Kongres Pemuda II ini akhirnya menyulut kesadaran tentang pentingnya untuk membuat suatu kongres khusus yang membahas tentang isu-isu perempuan.

Dua bulan berselang setelah Deklarasi Sumpah Pemuda, para perempuan dari beragam organisasi kepemudaan lainnya menggelar Kongres Perempuan yang digelar di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928.