Dokter Ungkap Gejala Omicron Ringan dan Masa Rawat Singkat, Berapa Lama?

Aghnia Hilya Nizarisda - Selasa, 8 Februari 2022
Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron
Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron Pixabay.com

Parapuan.co - Fakta baru terkait virus Corona varian Omicron kembali diungkap Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso (SS).

Rumah sakit yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk merawat pasien Omicron pertama kali meneliti sejauh mana dampak varian Omicron.

Pasalnya, kebijakan memusatkan pasien positif Covid-19 ke rumah sakit rujukan RSPI SS selain bertujuan untuk mencegah penularan juga berhasil meneliti Omicron sejak Desember lalu.

Melansir rilis yang PARAPUAN terima, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, Direktur Utama RSPI SS menerangkan, "Sejak 20 Desember 2021, varian Omicron pertama kali masuk ke Indonesia melalui penularan Warga Negara Asing (WNA).

Kemudian ada juga warga negara Indonesia (WNI) pulang perjalanan luar negeri dari negara-negara tertentu. Inilah awalnya pasien Omicron isolasi di RSPI Sulianti Saroso," tambah Syahril.

Dari penelitian tersebut, diakui oleh Syahril bahwa sebagian besar pasien Omicron adalah tanpa gejala atau hanya bergejala ringan.

Hal ini juga sebagai dasar kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan terbaru, agar pasien tanpa gejala dan yang bergejala ringan dirawat secara isolasi mandiri (isoman) maupun terpusat tanpa perlu masuk rumah sakit.

Dengan begitu, peruntukan rumah sakit hanya kepada pasien bergejala sedang, berat, kritis maupun yang memiliki kondisi komorbiditas tertentu.

Fakta lainnya, sebagian besar pasien Omicron mengalami kesembuhan dengan cepat.

Baca Juga: Ahli Epidemiologi: Varian Omicron Penyebarannya Cepat, Kasus Kesakitan Rendah

Sumber: Press Release

Video Pilihan