6 Makanan Sehat untuk Perkembangan Otak Anak, Ada Telur hingga Jeruk

Ericha Fernanda - Jumat, 24 September 2021
Makanan yang baik untuk kesehatan otak anak
Makanan yang baik untuk kesehatan otak anak simon2579

Parapuan.co - Nutrisi yang cukup dan gaya hidup sehat sebaiknya di terapkan pada anak sejak dini, salah satunya mengonsumsi makanan sehat untuk perkembangan otak.

Pertumbuhan otak pada anak berkembang dengan cepat dalam beberapa tahun pertama kehidupan mereka.

Faktanya, otak anak sudah mencapai 80 persen dari berat dewasanya pada saat mereka menginjak usia 2 tahun.

Otak anak terus berkembang hingga masa remaja, terutama di korteks prefrontal, area otak yang dikenal sebagai "pusat kepribadian".

Ini adalah area otak yang terkait dengan perencanaan, memori, pengambilan keputusan, dan fungsi eksekutif lainnya.

Baca Juga: Jalan kaki Ternyata Baik untuk Otak Kita, Begini Menurut Riset

Nah, untuk menunjang fungsi otak yang sehat, berikut rekomendasi makanan sehat untuk mendukung perkembangan otak sepanjang masa kanak-kanak dan remaja seperti dilansir dari Healthline.

1. Telur

Telur sarat dengan nutrisi yang penting untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif, termasuk kolin, vitamin B12, protein, dan selenium.

Pola diet yang mengandung telur dan makanan bergizi lainnya, seperti kacang-kacangan dan buah, dikaitkan dengan skor IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan pola diet tinggi makanan manis seperti kue dan permen.

Dua butir telur utuh menyediakan 294 gram kolin, yang mencakup 100 persen kebutuhan kolin untuk anak usia 1–8 tahun dan lebih dari 75 persen kebutuhan untuk anak dan remaja usia 9–13 tahun.

2. Buah beri

Buah beri dikemas dengan senyawa tanaman bermanfaat yang disebut anthocyanin yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

Senyawa ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak, memberikan efek anti-inflamasi, dan meningkatkan produksi sel saraf baru dan ekspresi protein tertentu.

Ini termasuk faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), yang terlibat dalam pembelajaran dan memori.

3. Makanan Laut

Makanan laut adalah salah satu makanan sehat dan sumber yang sangat baik dari banyak nutrisi penting untuk fungsi otak, termasuk lemak omega-3, yodium, dan seng.

Misalnya, tubuh membutuhkan seng untuk produksi dan perkembangan sel saraf, sedangkan lemak omega-3 diperlukan untuk fungsi otak yang normal.

Tubuh membutuhkan yodium untuk memproduksi hormon tiroid, yang berperan penting dalam perkembangan otak.

Sementara itu, kadar lemak omega-3 dalam darah yang rendah dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif pada anak-anak.

Baca Juga: Ampuh Hilangkan Stres, Seperti Apa Cara Kerja Aromaterapi di Otak?

4. Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan selada mengandung senyawa pelindung otak, termasuk folat, flavonoid, karotenoid, dan vitamin E dan K1.

Anak-anak yang memiliki asupan folat yang cukup memiliki skor kognitif yang lebih baik daripada anak-anak dengan asupan folat yang tidak memadai.

Selain itu, diet tinggi makanan bergizi yang kaya karotenoid, seperti sayuran hijau, dapat meningkatkan fungsi kognitif pada anak-anak.

 

5. Jeruk

Menambahkan jeruk ke dalam makanan anak dapat meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan, termasuk kesehatan kognitif mereka.

Jeruk kaya akan flavonoid, termasuk hesperidin dan narirutin. Faktanya, jus jeruk adalah salah satu sumber flavonoid yang paling umum dikonsumsi.

Makan makanan dan minuman kaya flavonoid seperti jeruk dan jus jeruk membantu meningkatkan aktivitas saraf dan aliran darah ke otak, yang dapat meningkatkan fungsi kognitif.

Jeruk juga kaya akan vitamin C, nutrisi yang penting untuk kesehatan otak.

Memiliki kadar vitamin C dalam darah yang optimal dikaitkan dengan kinerja yang lebih baik pada tugas-tugas yang melibatkan fokus, memori kerja, perhatian, daya ingat, dan kecepatan keputusan.

Baca Juga: Bisa Cegah Demensia, Ini Kata Para Ahli Tentang Manfaat Teh Hijau Bagi Kerja Memori Otak

6. Makanan kaya zat besi

Status zat besi yang rendah dapat berdampak negatif pada perkembangan kognitif dan kinerja akademik pada anak-anak.

Kekurangan zat besi juga telah dikaitkan dengan gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD). Anak-anak di bawah usia 7 tahun dianggap paling berisiko mengalami kekurangan zat besi.

Untuk membantu mencegah kekurangan zat besi, pastikan makanan anak mengandung makanan kaya zat besi, termasuk daging merah, unggas, makanan laut, kacang-kacangan, dan bayam.

Nah, itu tadi sederet makanan sehat untuk perkembangan otak anak yang bisa Kawan Puan sajikan, mulai dari telur hingga jeruk. (*)

3 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Selama Menjalankan Ibadah Haji di Tanah Suci