Selain Ubah Jam Kerja, Ini 5 Cara Menghindari Burnout di Pekerjaan

Tentry Yudvi Dian Utami - Rabu, 28 Juli 2021
Ilustrasi pekerja mengalami burnout selama WFH
staticnak1983
Ilustrasi pekerja mengalami burnout selama WFH

Parapuan.co - Tak bisa dimungkiri bahwa selama pandemi ini banyak karyawan mengalami burnout.

Beban pekerjaan ditambah urusan rumah membuat karyawan mengalami burnout sehingga kita pun sering merasa frustasi.

Tentu saja, kondisi burnout pada karyawan saat bekerja dari rumah bisa berpengaruh terhadap pekerjaan kita. 

Bahkan jika sampai atasan mengetahui hasil kinerja tidak sesuai ekspektasi, bisa saja berujung pada pemotongan gaji, pemecatan, dan tertinggal oleh rekan kerja.

“Burnout seringkali menjadi masalah bagi karyawan saat sedang melakukan rutinitas pekerjaan. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang yang mengharuskan karyawan untuk bekerja di rumah,” ujar Prita Yulia Maharani, M.Psi., Psikolog, salah satu tim psikolog dari aplikasi konseling online Riliv.

“Kondisi yang dialami umumnya seperti stres berat, frustasi, kurang motivasi, dan mudah merasa lelah,” tambahnya.

Baca Juga: Yuk Simak Cara Agar Seorang Entrepreneur Tidak Overwork dan Burnout

Selain itu, Prita juga memaparkan jika burnout dapat mengganggu ketenangan emosional.

Karyawan perlu mengubah cara kerja menjadi efektif untuk dirinya.

Dengan demikian, seberat apapun tingkat pekerjaan yang diberikan, akan dapat diselesaikan dengan baik.

Produktivitas menjadi sia-sia apabila kebijakan perusahaan tidak dilengkapi dengan fasilitas dan Employee Assistance Program sebagai bentuk dukungan terhadap permasalahan karyawan.

Lantas, bagaimana mengatasi burnout yang menjadi ‘penyakit’ pikiran di kalangan karyawan?

Berikut ini 5 cara yang dapat diterapkan oleh perusahaan atau karyawan, baik ketika sedang bekerja di kantor atau rumah.