Mira Lesmana Bagikan Sketsa Bocah 13 Tahun Atas Kepergian Ojol Affan

By Tim Parapuan, Sabtu, 30 Agustus 2025

Mira Lesmana

Parapuan.co – Kepergian tragis seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggalkan luka mendalam yang tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mengguncang semua masyarakat Indonesia. Affan tewas setelah terlindas kendaraan rantis milik Brimob ketika aksi demonstrasi berlangsung pada Kamis (28/8). 

Salah satu sosok yang menyuarakan kepedihan mendalam atas tragedi ini adalah produser sekaligus sutradara, Mira Lesmana. Lewat akun Instagram pribadinya @mirles, Mira membagikan sebuah karya ilustrasi yang menyayat hati.

Sketsa tersebut bukan dibuat oleh seniman profesional, melainkan oleh seorang bocah berusia 13 tahun bernama Bolo. Dengan kepolosannya, Bolo mampu menuangkan kesedihan kolektif melalui coretan yang sederhana namun penuh makna.

Dalam sketsa itu, terlihat sosok laki-laki seperti pengendara ojek online (ojol) terkapar dengan darah mengalir deras dari tubuhnya. Sosok tersebut diduga adalah sketsa dari almarhum Affan Kurniawan. Meski hanya berupa goresan kasar di atas kertas, ilustrasi itu menyimpan kekuatan emosional yang sulit diabaikan.

Sketsa itu kemudian diunggah ulang oleh Mira dengan keterangan penuh air mata. “Saya betul-betul kehilangan kata, hanya bisa berurai air mata,” tulisnya. Kalimat singkat tersebut mencerminkan betapa besar rasa kehilangan yang tidak mudah diungkapkan. 

Dalam unggahannya, Mira juga menyertakan doa agar rakyat Indonesia diberi kekuatan menghadapi peristiwa pahit semacam ini. “Ya Tuhan, bukakan mata & hati mereka yang berkuasa. Berikan kekuatan & keselamatan kepada rakyat Indonesia untuk terus berjuang agar generasi yang akan datang tidak perlu melihat dan merasakan kepedihan ini. RIP Affan Kurniawan. Kepergianmu tidak boleh sia-sia,” tulisnya lagi. 

Suriabumi Santiapuri, akrab disapa Bolo, sang pembuat sketsa, menjadi sorotan karena keberaniannya. Meski baru berusia belasan tahun, ia telah mampu menyalurkan duka dengan visual sebuah gambar

Bagi seorang anak, menghadapi peristiwa tragis semacam ini tentu bukan hal mudah. Namun, alih-alih menyimpannya dalam diam, ia memilih untuk meluapkannya lewat seni. 

Ayah Bolo, Trisno, mengizinkan karya putranya dibagikan ulang agar publik bisa melihatnya. Mira pun menyampaikan apresiasi penuh. “Terima kasih Mas Trisno, sudah mengizinkan saya untuk me-repost sketsa pedih putranya, Bolo. Terima kasih Bolo,” tulis Mira.