Mengenal Trauma Dumping dan Contohnya di Sekitar, Ketika Curhat Menjadi Toksik

Alessandra Langit - Kamis, 24 November 2022
Mengenal istilah trauma dumping dan contohnya di kehidupan nyata.
Mengenal istilah trauma dumping dan contohnya di kehidupan nyata. justocker

Parapuan.co - Ketika mengalami hari yang buruk, Kawan Puan pasti akan menghubungi sahabat, kekasih, atau anggota keluarga terdekatmu untuk curhat.

Melampiaskan kekecewaan merupakan hal alami untuk mengurangi "beban" yang kita rasakan setelah hari yang buruk.

Namun, curhatan kita kepada sahabat atau keluarga ternyata bisa menjadi toksik atau yang dikenal dengan istilah trauma dumping.

Melansir Cleveland Clinic, psikolog Kia-Rai Prewitt, PhD, menjelaskan apa itu trauma dumping dan apa contoh-contohnya di kehidupan nyata.

Apa Itu Trauma Dumping?

Menurut penjelasan Kia-Rai Prewitt, trauma dumping mengacu pada berbagai emosi dan pikiran yang dituangkan secara berlebihan pada orang lain.

Orang yang melakukan trauma dumping sering berbagi peristiwa traumatis kepada orang lain pada waktu yang tidak tepat.

Trauma dumping dapat menyebabkan kesehatan mental orang lain yang mendengar cerita kita menjadi goyah, bahkan memantik berbagai penyakit mental tanpa kita sadari.

Seseorang yang melakukan trauma dumping biasanya memiliki gangguan depresi, kecemasan, stres pasca-trauma atau PTSD dan stres di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Puan Talks: Bijakkah Curhat Masalah di Kantor ke Rekan Kerja? Ini Kata Psikolog

Sumber: Cleveland Clinic

Video Pilihan