Perempuan Lebih Rentan Penyakit Alzheimer, Ternyata Ini Alasannya

Maharani Kusuma Daruwati - Kamis, 22 September 2022
Mengapa alzheimer lebih banyak diidap perempuan?
Mengapa alzheimer lebih banyak diidap perempuan? Freepik

Parapuan.co - Tahukah kamu bahwa dari 6,2 juta orang dengan penyakit alzheimer yang berusia 65 tahun ke atas, hampir dua pertiganya adalah perempuan?

Ini berarti bahwa penyakit alzheimer hampir dua kali lebih umum pada wanita dibandingkan dengan pria.

Mengapa penyakit alzheimer lebih sering terjadi pada perempuan?

Perempuan Hidup Lebih Lama

Mengutip dari Harvard Health Publishing, alasan pertama dan terpenting adalah bahwa perempuan cenderung hidup lebih lama daripada laki-laki.

Jika melihat tabel kehidupan aktuaria, kamu dapat melihat bahwa bayi perempuan yang lahir pada tahun 2019 kemungkinan akan hidup lima tahun lebih lama daripada bayi laki-laki: 81 berbanding 76 tahun.

Faktor risiko terbesar untuk penyakit alzheimer adalah usia: semakin tua kamu, semakin besar kemungkinan kamu terkena penyakit Alzheimer. Misalnya, dari 1.000 orang, insiden (jumlah yang mengembangkan alzheimer setiap tahun ) tergantung pada usia:

  • 4 dari 1.000 orang berusia 65 hingga 74 tahun menderita alzheimer setiap tahun.
  • 32 dari 1.000 orang berusia 75 hingga 84 menderita alzheimer setiap tahun.
  • 76 dari 1.000 orang berusia 85 dan lebih tua mengembangkan alzheimer setiap tahun.

Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa peradangan kronis tingkat rendah dapat berubah menjadi pembunuh diam-diam yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes tipe 2, dan kondisi lainnya. 

Jadi, salah satu alasan mengapa ada lebih banyak perempuan dengan penyakit alzheimer daripada pria adalah karena ada lebih banyak perempuan yang lebih tua daripada pria yang lebih tua yang hidup di masyarakat kita. 

Baca Juga: Bukan Bagian Normal Penuaan, Kenali Tanda dan Gejala Alzheimer

Insiden Alzheimer Lebih Besar pada Perempuan

Peluang kamu terkena penyakit alzheimer di usia lanjut agak lebih besar jika kamu seorang perempuan daripada laki-laki. 

Sumber: Harvard Health Publishing
Penulis:
Editor: Maharani Kusuma Daruwati

Video Pilihan