Jangan Hindari Eksfoliasi, Ini Cara Aman yang Harus Diikuti Pemilik Kulit Sensitif

Citra Narada Putri - Kamis, 5 Mei 2022
Ilustrasi membersihkan wajah dengan face brush.
Ilustrasi membersihkan wajah dengan face brush. PeopleImages

Parapuan.co – Bagi pemilik kulit sensitif mungkin memutuskan untuk melewati tahapan perawatan wajah yang bertujuan untuk eksfoliasi. 

Bukannya tanpa sebab, menggunakan produk yang tidak tepat bisa menyebabkan iritasi.

Begitu pun jika langkah yang dilakukan tidak sesuai, malah buat kulit jadi meradang.

Maka dari itu penting bagi pemilik kulit sensitif untuk ekstra hati-hati dalam melakukan eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati, agar kulit tidak mudah iritasi

“Kulit sensitif memerlukan hal khusus dan harus dilakukan dengan metode yang lembut dan tidak menyebabkan iritasi,” ujar Renee Rouleau, ahli kecantikan selebriti dan pendiri lini perawatan kulit Eponim, seperti melansir dari Bustle.

Eksfoliasi teratur memang bermanfaat untuk mengelupas sel kulit mati, membersihkan pori-pori yang tersumbat dan menghilangkan minyak berlebih.

Namun menurut Renee, pemilik kulit sensitif harus ekstra hati-hati dengan rutinitas ini.

“Jerawat pada jenis kulit ini mudah dipicu oleh trauma yang disebabkan oleh pengelupasan berlebihan atau tidak tepat,” paparnya lagi.

Jika dilakukan dengan cara yang tak tepat, eksfoliasi dapat memicu peradangan yang menyebabkan jerawat, kulit kering hingga penuaan yang lebih cepat.

Baca Juga: Bisa Perkuat Skin Barrier, Ini Rekomendasi Skincare dengan Kandungan Squalane

Maka dari itu, sebelum melakukan eksfoliasi, ada aturan penting dari para ahli yang perlu diketahui oleh Kawan Puan dengan kulit sensitif:

1. Lakukan dengan Perlahan

“Jika kamu berjerawat dan memiliki pori-pori yang tersumbat, ketahuilah bahwa bahan aktif seperti acid atau retinoid dapat menyebabkan purging,” papar Renee.

Purging adalah reaksi kulit mempercepat pengelupasan sel kulit mati karena zat aktif di produk yang baru saja digunakan.

Jika berencana memasukan eksfolian kimiawi ke dalam rangkaian perawatan wajah, mulailah secara perlahan. Jangan terburu-buru.

“Saya akan mulai seminggu sekali. Jika dirasa terlalu banyak, mulailah dua minggu sekali dan tingkatkan perlahan sesuai toleransi kulit,” tutur Dr. Morgan Rabach, MD, dokter kulit di LM Medical, New York, Amerika Serikat.

2. Gunakan Bahan yang Menenangkan

Diingatkan oleh Renee bahwa penting bagi pemilik kulit sensitif untuk mencari produk eksfolian yang memiliki bahan penyeimbang dan bersifat menenangkan.

Formula-formula seperti chamomilesea whip extractazulene, dan white tea dapat membantu mencegah iritasi.

Baca Juga: Jadi Andalan untuk Atasi Jerawat, Apa Itu Acne Spot Treatment?

Namun, jika Kawan Puan lebih suka dengan eksfoliasi berbentuk scrub wajah, Renee merekomendasikan produk dengan bahan bulir jojoba sebagai pilihan yang lembut.

“Pada tingkat mikroskopis, bulir jojoba dipoles dengan halus. Ini dapat membersihkan sel-sel kulit mati tanpa menggaruknya terlalu keras,” tambahnya.

3. Tahu Apa yang Harus Dihindari

Semakin tinggi persentase asam dalam produk, semakin tinggi pula kemungkinan akan mengiritasi kulit.

Dr. Morgan memaparkan bahwa ada aturan praktis yang bisa diikuti, yaitu menggunakan produk eksfolian kimia dengan takaran dua hingga lima persen asam alfa atau beta-hidroksi. Lebih dari itu akan membuat kulit sensitif iritasi.

Selain itu, hindari mengeksfoliasi kulit dengan loofah atau sarung tangan pengelupas, sikat atau spons.

Selain itu, penting juga untuk selalu membaca label produk skincare.

“Orang dengan kulit sensitif harus menghindari produk yang diformulasikan dengan foaming sulfatessynthetic dyes, high concentrations of synthetic oils, dan synthetic fragrances,” ujar Renee.

Formula dengan bahan ini dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.

Baca Juga: Bukan Cuma Buat Bayi, Ini Manfaat Baby Oil untuk Kecantikan Menurut Ahli

4. Menggunakan Alat Pendukung

Menggunakan face steamer bisa jadi penyelamat bagi pemilik kulit sensitif.

Seperti dipaparkan Renee, kendatipun alat ini tidak akan membuka atau membersihkan pori-pori, namun dapat melembutkan minyak yang terperangkap di pori-pori kulit.

Kombinasi panas dan lembap akan memungkinkan penyumbatan di kulit lebih mudah dihilangkan tanpa membuat kerusakan di wajah.

Renee pun menyarankan untuk menggunakan alat ini maksimal seminggu sekali.

Sementara menurut Dr. Morgan, alat ultrasonic exfoliant juga efektif membersihkan pori-pori yang tersumbat.

Perangkat ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk menembus kulit dan melakukan pengelupasan yang lembut.

5. Jangan Terlalu Sering

Lebih sering melakukan eksfoliasi bukan artinya membuat kulit jadi lebih bersih.

Menurut Renee, exfoliant toner hanya boleh digunakan empat sampai lima kali dalam seminggu.

“Penting untuk dipahami bahwa semua jenis kulit membutuhkan skin barrier di permukaannya agar tetap berfungsi secara sehat,” ujarnya menekankan.

Jika kita terus mengupas lapisan sel kulit secara terus menerus, justru akan merusak lapisan kulit secara menyeluruh.

Sementara itu, jika Kawan Puan sudah terlalu melakukan eksfoliasi secara berlebihan, Renee menyarankan untuk istirahan dari semua tahap ini selama dua minggu.

Setelah kulit membaik, maka kamu bisa kembali memasukkan eksfoliasi dalam tahap perawatan wajahmu. (*)

 Baca Juga: Skincare Viral di TikTok, Ini 5 Keunggulan Sabun Susu Kambing untuk Kulit

Sumber: Bustle
Penulis:
Editor: Citra Narada Putri

Jangan Mengaku Sudah Eksplorasi Jogja Kalau Belum ke 5 Tempat Ini