Ini Rekomendasi Tempat Belajar Gratis untuk Asah Keterampilan Baru

Tentry Yudvi Dian Utami - Jumat, 23 Juli 2021
Meningkatkan Keterampilan Sosial di Tempat Kerja
cofotoisme
Meningkatkan Keterampilan Sosial di Tempat Kerja

Parapuan.co  - Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Inilah saatnya kita untuk menambah keterampilan baru.

Kawan Puan, keterampilan baru begitu dibutuhkan di era digital ini, terlebih ketika kita kehilangan pekerjaan atau pun pendapatan.

Sebab, berdasarkan survei yang dilakukan JobStreet, sekitar 52% pekerja Indonesia diberhentikan karena pandemi, di mana sebagian besar dari mereka memiliki latar belakang pendidikan rendah dan berasal dari generasi muda.

Tentunya, ini sangat disayangkan. Sebab, seharusnya generasi muda harus punya keterampilan baru untuk membantu meneruskan ekonomi negara.

Setiap tahunnya, tanggal 15 Juli ditetapkan sebagai World Youth Skills Day, hari yang dideklarasikan oleh United Nations General Assembly untuk memperingati pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan untuk mempersiapkan mereka dalam pekerjaan, pekerjaan yang layak, dan kewirausahaan.

Perekonomian dunia selalu berubah dengan cepat.

Baca Juga: Fresh Graduate Butuh Kursus Job Oriented Ini untuk Bersaing di Dunia Kerja

Menurut laporan Jobs of Tomorrow oleh World Economic Forum, pekerjaan di masa depan akan tumbuh sebesar 51 persen, dan pekerjaan tersebut berasal dari industri baru yang sedang berkembang seperti pekerjaan Green economy, data dan AI, dan peran baru di bidang teknik, cloud computing, dan pengembangan produk.

Selain itu, ekonomi masa depan akan menempatkan penekanan penting pada interaksi manusia yang berarti permintaan baru untuk pekerjaan di industri seperti Marketing, Sales, dan Content Production.

Generasi muda perlu dipersiapkan dan dibekali dengan keahlian dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21.

Terlepas dari statistik ketenagakerjaan, survei JobStreet juga menemukan bahwa pekerja yang telah diberhentikan mulai mempelajari dan melatih hal-hal baru untuk mempersiapkan mereka dalam pekerjaan baru.

75 persen pekerja Indonesia secara sukarela melatih diri untuk pekerjaan baru, dan 67 persen dari mereka telah meluangkan banyak waktu untuk belajar.

Jenis pekerjaan yang dipelajari para pekerja ini termasuk seni dan karya kreatif, IT, media informasi, sains dan penelitian, teknik, hukum, digitalisasi, komunikasi, dan layanan sosial.