Usai Gelombang Covid-19, Taj Mahal Kembali Dibuka dengan Prokes Ketat

Firdhayanti - Kamis, 17 Juni 2021
Taj Mahal
Taj Mahal Thinkstock

Parapuan.co - Taj Mahal, salah satu objek wisata India yang berada di Agra, Uttar Pradesh, India kembali dibuka sejak Rabu (16/6/2021). 

Sebelumnya Taj Mahal telah ditutup untuk umum selama dua bulan. 

Pada 4 April 2021 lalu, Taj Mahal ditutup karena lonjakan kasus gelombang kedua Covid-19. 

Sebagaimana diwartakan oleh Aljazeera, dibukanya Taj Mahal tetap memperlakukan protokol kesehatan yang ketat. 

Menurut Prabhu Singh, hanya 650 wisatawan yang diizinkan masuk ke dalamnya.

Melansir situs Taj Mahal, tiket masuk hanya dapat dibeli melalui daring dan tiket manual pun ditiadakan. 

Sebelumnya, monumen yang dibangun oleh Mughal Shah Jahan pada abad ke 17 itu telah ditutup hampir 200 hari dari tahun 2020 sebelum dibuka pada 4 April 2021 lalu. 

Baca Juga: Mulai 1 Juli, Uni Eropa Terapkan Paspor Vaksin Digital untuk Turis

Ditutupnya Taj Mahal berimbas pada bisnis perhotelan yang telah terpuruk selama 16 hingga 17 bulan terakhir. Karyawan hotel yang nyaris tak tidak bekerja mengeluh kepada pemerintah pusat dan negara bagian tentang keadaan mereka. 

Melansir India Today, Menurut Archeological Survey of India (ASI), mereka membuka kembali monumen Taj Mahal dibawah pengawasannya saat gelombang kedua di India tengah surut. 

Akan tetapi, keputusan  akhir telah diserahkan kepada masing-masing pemerintah negara bagian dan hakim distrik di bawah yurisdiksinya monumen tersebut berada.

Sumber: India Today,aljazeera.com
Penulis:
Editor: Tentry Yudvi Dian Utami

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Pilihan