Harga Beras Melonjak, Ini Alternatif Makanan yang Bisa Jadi Pengganti

By Saras Bening Sumunar, Jumat, 29 Agustus 2025

Makanan alternatif pengganti beras.

Parapuan.co - Belakangan ini, harga beras terus merangkak naik dan membuat banyak orang mulai mencari cara berhemat tanpa harus mengorbankan kualitas nutrisi. Tidak bisa dipungkiri, nasi memang makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, tahukah kamu kalau ada banyak makanan alternatif yang bisa menggantikan peran nasi di piringmu?

Mulai dari sumber karbohidrat yang lebih murah, tinggi serat, sampai yang punya manfaat kesehatan tambahan, pilihan pengganti nasi ini bisa jadi solusi cerdas di tengah harga beras yang sedang mahal. Selain ramah di kantong, variasi menu ini juga bikin tubuh lebih sehat dan energi tetap terjaga.

Lantas, apa saja alternatif pangan yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti beras? Merujuk dari laman KompasSuwanta, seorang chef sekaligus SW & CO Hospitality Consultant PT Suwanta Indonesia Maju menyebut beberapa pilihan sumber makanan lain yang bisa jadi pengganti nasi.

1. Pisang

Ada banyak alternatif pangan pengganti beras yang bisa dipilih oleh masyarakat Indonesia. Pangan alternatif yang bisa dihidangkan sebagai pengganti beras yaitu pisang.

Kata Suwanta, pisang umum disajikan sebagai karbohirat di daerah Ambon dan Sulawesi. Jenis pisang yang dipakai yaitu pisang tanduk mentah.

"Pisang tanduk itu sangat bagus, sangat sehat, pisang tanduk yang digunakan itu tidak masak, dia masih mentah. Jadi, dimasak dengan cara direbus atau dikukus, sebagai pengganti karbohidrat," katanya.

Satu buah pisang tanduk berukuran besar bisa disajikan untuk dua kali makan. Cara pengolahannya pun cukup mudah, tinggal dikukus bersama daun pandan supaya harum dan empuk, kemudian santap bersama aneka lauk layaknya menyantap nasi.

"Sayur dan lauk (untuk disantap bersama pisang) normal, kalau suka sambal, itu tambah cocok," katanya.

Baca Juga: Lagi Males Masak? Coba Ide Praktis Siapkan Makan Malam Cuma 10 Menit

Selain dikukus, pisang tanduk ini katanya juga sedap dimasak dengan cara digoreng polos, setelah itu disantap bersama aneka lauk. Di daerah Sulawesi, pisang biasa disantap bersama ikan dan sambal dabu-dabu.

2. Ubi

Pilihan pangan lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti beras yaitu ubi. Kata Suwanta, komoditas ubi di kawasan Wonogiri, Gunung Kidul, dan Jawa Timur termasuk melimpah. Ketersediaan komoditas ini, bisa dimanfaatkan dan dibudidayakan sebagai pangan pengganti beras.

Ada beberapa jenis ubi di daerah Jawa Timur yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti beras seperti ubi kayu, singkong, ubi gembili, talas, juga kentang. Meski demikian, ada sebagian orang dengan kondisi perut sensitif akan merasa kembung ketika mengonsumsi ubi.

3. Sorgum

Dosen Gizi di UIN Sunan Ampel Surabaya (UNISA) sekaligus Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) kota Surabaya Laili Rahmawati menuturkan bahwa meski harganya tak lebih murah dari beras, sorgum pada dasarnya termasuk kelompok tanaman Serealia dan bisa menjadi pengganti beras.

"Sorgum itu golongan Serealia, dia mempunyai karakteristik lengket, mirip jagung sama beras. Jadi seperti ketan, tapi dia agak bulat-bulat warnanya coklat," kata Laili. Ia melanjutkan, sorgum punya kandungan zat besi dan serat yang cukup tinggi.

Sorgum bisa dimasak seperti nasi pada umumnya, atau bisa pula dikukus dan diberi kelapa. Dibandingkan dengan padi, kata Laili, sorgum lebih mudah ditanam, karena tidak butuh aliran air yang banyak untuk tumbuh. 

Jika belum cukup familier dengan sorgum, tambahnya, sorgum bisa dimasak bersama nasi untuk proses pengenalan pada lidah. Caranya, sorgum dicampur bersama beras, kemudian dimasak secara bersamaan. Dengan begitu, olahannya bisa menghasilkan pangan yang lebih padat.

Baca Juga: Tahu vs Tempe: Mana yang Lebih Unggul Sebagai Sumber Protein Nabati?

(*)