Kate Walton, Aktivis asal Australia yang Aktif Perjuangkan Hak Perempuan di Indonesia

By Ardela Nabila, Selasa, 8 Maret 2022

Kate Walton.

Parapuan.co - Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) yang jatuh tiap tanggal 8 Maret ialah salah satu momen untuk mengapresiasi dan merayakan pencapaian setiap perempuan di dunia, baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

Tak terkecuali pencapaian dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan hak perempuan, seperti yang dilakukan oleh Kate Walton, aktivis asal Australia yang kini berjuang dan aktif di berbagai kegiatan untuk membela hak perempuan dan kelompok minoritas.

Berasal dari kelompok ras kulit putih dan kelas menengah ke atas, Kate Walton mengaku tak pernah mengira akan seperti saat ini karena dirinya bahkan pernah menjadi seorang anti-feminis dan tidak mendukung gerakan yang dilakukan oleh banyak komunitas feminis.

Saat dihubungi PARAPUAN, Kate bercerita hal itu lantaran ia besar di Australia sebagai kelompok mayoritas yang tidak pernah mengalami isu-isu besar yang dapat menghambat identitasnya.

Akan tetapi, minatnya terhadap isu kesetaraan gender, hak perempuan, dan kelompok minoritas lainnya berkembang ketika ia mengikuti sebuah program dari pemerintah Australia, yakni Australian Youth Ambassadors for Development (AYAD).

Lewat AYAD, perempuan lulusan Australia National University dan Curtin University itu berkesempatan untuk menjadi relawan di Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) cabang wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara pada tahun 2012.

“Aku merasa kayaknya enggak relevan lagi feminisme itu dan feminisme itu enggak perlu. Tapi lama-lama belajar, ternyata enggak begitu. Karena kalau kita di lingkungan kita aja, enggak ketemu dengan banyak orang, ya akan gitu saja (pola pikirnya),” cerita Kate.

Di Kendari-lah, perempuan yang fasih berbahasa Indonesia itu mulai mendalami isu-isu tentang perempuan dan mulai berkontribusi sebagai aktivis di Indonesia.

“Di Kendari dengan Koalisi Perempuan Indonesia, itu dimana aku benar-benar terpapar dengan feminisme dan gerakan hak perempuan,” sambungnya.

Baca Juga: Terpilih Jadi Figur Barbie Global Role Model, Inilah Sosok Butet Manurung