Kiat Menilai Kesiapan Bersekolah Anak Berkebutuhan Khusus Menurut Psikolog

By Ericha Fernanda, Senin, 26 Juli 2021

Anak berkebutuhan khusus punya 'waktunya' sendiri ketika harus masuk sekolah sehingga ada kiat yang dilakukan untuk mengetahuinya.

Parapuan.co - Salah satu hak anak yang dijamin dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah anak-anak mendapatkan pendidikan dan pengajaran.

Pendidikan dan pengajaran diberikan dalam rangka pengembangan pribadi serta tingkat kecerdasan sesuai dengan minat bakatnya.

Tak terkecuali dengan anak berkebutuhan khusus yang berhak memperoleh pendidikan luar biasa.

Baca Juga: Bukan Memarahi, Berikut Strategi Disiplin untuk Anak Cerebral Palsy

Pendidikan inklusi di Indonesia dimulai dari kesiapan dan pemahaman orang tua tentang model pendidikan yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus.

Rahma Paramita, Psikolog Anak dan Remaja Sekolah Cikal, mengatakan terdapat tujuh aspek penting untuk diperhatikan orang tua dalam mempersiapkan anak berkebutuhan khusus bersekolah.

Aspek tersebut terdiri dari perkembangan fisiknya, mencakup motorik kasar dan halus, perkembangan bahasa (ekspresif dan reseptif), kognisi (pendekatan pada pembelajaran), pra-membaca dan menulis, perhitungan dasar, sosial, dan emosi.

Menurut Mita (sapaan akrab Rahma Paramita), perkembangan fisik menjadi hal paling mendasar yang harus diperhatikan orang tua.

“Dalam perkembangan fisik, misalnya bagi anak usia prasekolah di tingkat Rumah Main Cikal kelas adik-adik di usia 10 bulan sampai 2 tahun, paling tidak orang tua dapat memperhatikan apakah anak sudah bisa duduk terlebih dahulu agar dapat mengikuti kelas," ungkapnya.

"Atau di usia ketika mau kelas kakak-kakak di usia 2 tahun apakah anak sudah bisa berjalan untuk mengajarkan kemandirian. Perkembangan fisik menjadi hal paling mendasar yang harus diperhatikan,” jelas Mita seperti yang PARAPUAN kutip dari Kompas.com, Rabu (23/6/2021).