Persahabatan Juga Lebih Kuat
Baca Juga: Persahabatan Bisa Memudar Seiring Bertambahnya Usia, Mengapa?
Selain berdampak pada diri sendiri, olahraga juga berkaitan dengan kualitas hubungan sosial. Laporan tersebut menunjukkan bahwa anak perempuan yang aktif berolahraga memiliki kemungkinan 10 poin persentase lebih tinggi untuk mengatakan bahwa mereka mempercayai teman perempuan lainnya.
Mereka juga 7 poin persentase lebih tinggi merasa mudah bergaul dengan sesama anak perempuan. Menurut Hinkelman, pengalaman menjadi bagian dari sebuah tim mengajarkan kerja sama, rasa saling percaya, dan dukungan antarteman.
"Ada begitu banyak hal yang bisa dipelajari dari rasa keterhubungan remaja, perasaan memiliki, dan kepercayaan kepada sesama anak perempuan. Saya ingin melihat apakah pola yang sama juga muncul pada kegiatan lain seperti klub, organisasi keagamaan, musik, tari, teater, atau senam. Namun, ada kekuatan tersendiri yang diperoleh anak perempuan ketika menjadi bagian dari sebuah tim," ujarnya.
Olahraga Bukan Solusi Tunggal, tetapi Memberi Banyak Manfaat
Meski hasil penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara olahraga dan kesejahteraan psikologis, Hinkelman menegaskan bahwa berolahraga bukan berarti menghilangkan seluruh tantangan yang dihadapi anak perempuan saat tumbuh dewasa.
Masa remaja tetap menjadi periode yang penuh tekanan, terutama ketika memasuki pubertas. Namun, keterlibatan dalam olahraga tampaknya memberikan bekal yang membantu mereka menghadapi tantangan tersebut dengan lebih baik.
"Saya rasa kita bisa mengatakan bahwa hampir semua anak perempuan, khususnya pada masa sekolah menengah pertama, menghadapi tantangan yang sangat besar. Namun, kita juga tahu bahwa anak perempuan yang berolahraga, terpapar budaya olahraga, memiliki hubungan yang positif, dan bertahan lebih lama dalam kegiatan olahraga cenderung memiliki kondisi yang lebih baik," tutup Hinkelman.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga dapat menjadi sarana penting untuk membangun rasa percaya diri, memperkuat hubungan sosial, dan membantu anak perempuan tumbuh dengan citra diri yang lebih sehat.
Baca Juga: Body Image Anak di Tengah Tren Standar Tubuh, Ini Cara Bijak Orang Tua Menyikapinya
(*)
/photo/2026/10/02/picture1jpg-20261002062716.jpg)
/photo/2026/10/02/img-20261002-wa0009jpg-20261002093449.jpg)
/photo/2026/10/02/screenshot-2026-10-02-095451png-20261002095517.png)
/photo/2026/10/01/imagepng-20261001043559.png)
/photo/2026/10/02/img-20261002-wa0010jpg-20261002105344.jpg)
/photo/2024/10/25/manfaat-menanam-bunga-mataharij-20241025014302.jpg)
/photo/2025/09/12/cara-membatasi-anak-mengonsumsi-20250912115105.jpg)
/photo/2026/09/30/screenshot-2026-09-30-112006png-20260930112024.png)
/photo/2026/10/01/screenshot-2026-10-01-164419png-20261001044456.png)
/photo/2026/09/29/img-20260929-wa0017jpg-20260929045635.jpg)
/photo/2026/08/26/istock-2208139153jpg-20260826122410.jpg)