Dr.  Firman Kurniawan S.

Pemerhati budaya dan komunikasi digital, pendiri LITEROS.org, dan penulis buku Digital Dilemma

Penindasan dan Perlawanan Perempuan di Ranah Teknologi

Dr. Firman Kurniawan S. Selasa, 14 Februari 2023
Para perempuan di bidang teknologi punya pengaruh besar. Mereka menginspirasi kita untuk mewujudkan mimpi, di area yang terasa sulit sekali pun.
Para perempuan di bidang teknologi punya pengaruh besar. Mereka menginspirasi kita untuk mewujudkan mimpi, di area yang terasa sulit sekali pun. DrAfter123

Tulisan ini merupakan pandangan pribadi dari penulis.

Saat tulisan ini dikutip, Perlman masih menjadi pemrogram dan insinyur komputer untuk Dell EMC.

Kedelapan, Katherine Johnson, ahli matematika NASA.

Pada usianya yang menginjak 97 tahun, Johnson, memperoleh penghargaan Presidential Medal of Freedom dari Presiden Obama.

Temuannya sebagai ahli matematika, berupa perhitungan rumit yang digunakan untuk analisis lintasan.

Ini jadi kunci keberhasilan penerbangan luar angkasa AS yang pertama.

Kesembilan, Karen Sparck-Jones, yang tercatat dalam sejarah sebagai Pelopor Ilmu Informasi.

Karyanya yang banyak dikutip, menyangkut pengembangan Inverse Document Frequency (IDF).

Temuan ini dijadikan sebagai faktor pembobot yang mampu mengevaluasi tingkat pentingnya kata dalam sebuah dokumen.

Karya Jones amat bermanfaat dalam penentuan tingkat relevansi dokumen di mesin pencari web.

Baca Juga: Kisah Carina Joe, Sosok Ilmuwan Indonesia di Balik Kesuksesan Vaksin AstraZeneca

Kesepuluh, Elizabeth Feinler: Pengembang Mesin Pencari (Search Engine).

Temuan ini didasari oleh pekerjaannya mengelola pusat informasi jaringan di California, yang dijalani Feinler antara tahun 1972 sampai 1989.

Pengelolaan informasi untuk memudahkan pencarian yang dilakukan Feinler, mirip dengan kerja mesin pencari Google mula-mula.

Selain itu Feinler juga mengembangkan skema penamaan domain: .com, .edu, .gov, .net, yang relevan hingga saat ini.

Tulisan Whyman dilanjutkan uraian, ”5 Perempuan yang Mengubah Dunia Teknologi Hari Ini”.

Dalam kategori ini, muncul Kike Oniwinde, Pendiri dan Direktur Utama BYP Network. Lembaga yang memberdayakan para profesional berkulit hitam.

Dalam uraian di situs web-nya, lembaga ini punya visi membuka peluang bagi minoritas kulit hitam dalam mengembangkan bakat mereka.

Berikutnya Chelsea Brown, pakar keamanan siber, Pendiri dan Direktur Utama Digital Mom Talk.

Perempuan ini juga Konsultan Keamanan Siber bersertifikat. Layanannya berupa perlindungan keluarga maupun bisnis dari peretas.

Baca Juga: 6 Hal yang Bisa Diterapkan Perempuan Jika Bekerja di Bidang Teknologi

Brown memperoleh pengakuan sebagai Perempuan Pengubah Dunia Teknologi Hari Ini, di tahun 2019.

Sedangkan posisi sebagai Pemimpin dalam Teknologi (The Leader in Tech), Lifecycle Manager di Global Application Testing, diduduki oleh Cristina Ivanciuc.

Tanggung jawab perusahaan yang dipimpin perempuan ini meliputi pengujian web dan aplikasi fungsional yang jangkauannya global.

Berikutnya, Andrea Loubier, pengusaha, Direktur Utama dan Pendiri Mailbird.

Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan layanan pengelolaan surat elektronik (e-mail) berbasis Windows 7, 8, 10, dan 11.

Penggunaannya untuk mengirim dan menerima surat elektronik, mengelola kalender acara, melakukan kontak dari berbagai penyedia surat elektronik, termasuk Outlook, Gmail, Yahoo Mail.

Nampaknya, Andrea Loubier merupakan perempuan yang sangat berperan dalam aktivitas interaksi yang jadi arus utama peradaban saat ini.

Perempuan terakhir adalah Vy Luu, Pelopor Gagasan, General Manager di Real Estate Webmaster.

Sesuai namanya, perusahaan ini bergerak web design, SEO, PPC & CRM untuk real estate dalam skala global.

Kawan Puan, tak ada alasan bagi perempuan untuk terus tertindas di tengah perkembangan teknologi.

Perempuan-perempuan yang telah diceritakan di atas, mampu menembus berbagai halangan yang diciptakan para patriarkis.

Karya mereka melegenda melampaui generasi.

Akankah perempuan tak hendak beranjak, tetap bertahan jadi penonton, di tengah lajunya perkembangan teknologi? (*)

Baca Juga: Strategi 'Cantik' Perempuan Mencapai Puncak Karier di Era Digital