Kompas CEO Forum Bahas Kunci Pembangunan Berkelanjutan untuk Ekonomi Hijau

Arintha Widya - Kamis, 24 November 2022
TRANSISI ENERGI KUNCI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
TRANSISI ENERGI KUNCI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Parapuan.co - Kompas 100 CEO Forum kembali digelar secara hibrida dan dihadiri oleh para direktur maupun pimpinan perusahan-perusahaan ternama baik milik pemerintah maupun swasta, Rabu (23/11/2022).

Salah satunya Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) Persero, Edwin Syahruzad sebagai narasumber pada rangkaian kegiatan Kompas 100 CEO Forum yaitu CEO Live Series.

Turut berbicara sebagai narasumber bersama Edwin Syahruzad, hadir pula Sinthya Roesly, Direktur Keuangan PT PLN dan A. Salyadi Dariah Saputra, Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina.

Acara dibuka dengan Keynote Speech yang diberikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Republik Indonesia, Suharso Manoarfa.

Para pembicara memaparkan bagaimana strategi perusahaan yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan pengembangan Ekonomi Hijau di Indonesia, serta urgensi Program Keberlanjutan (Sustainability) pada masing-masing perusahaan.

Edwin Syahruzad, menyampaikan bahwa untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, yang paling penting adalah energi hijau.

"Energi hijau merupakan investasi masa depan. Tantangannya adalah nilai investasi yang tidak murah. Diperlukan analisa yang kuat dari sisi investor yang akan berinvestasi pada sektor ini," ucap Edwin seperti dalam press rilis yang diterima PARAPUAN.

"Tentunya kita juga harus mempertimbangkan sumber pembiayaan yang tersedia serta proyek yang paling memungkinkan untuk segera mencapai transisi ekonomi hijau," tambahnya.

PT SMI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan Republik Indonesia memiliki mandat untuk menjadi katalis pembangunan nasional.

Baca Juga: Dukung Usaha Berkelanjutan, Ini Cara Ikut Kompetisi Bisnis DSC 2022 Berhadiah 2 Miliar

Sumber: Press Release

Video Pilihan