Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadirkan Lagi Mockumentary Horor, Simak Review Film Keramat 2: Caruban Larang

Kompas.com - 29/11/2022, 15:28 WIB
Review film Keramat 2: Caruban Larang, tayang di bioskop Indonesia. Instagram/keramat2filmReview film Keramat 2: Caruban Larang, tayang di bioskop Indonesia.
Editor Linda Fitria

Parapuan.co - Kawan Puan, film Keramat 2: Caruban Larang kini sudah bisa ditonton di bioskop Indonesia

Film Keramat 2: Caruban Larang ini menjadi tontonan menarik yang patut disaksikan pencinta horor nih.

Diketahui, Keramat 2: Caruban Larang adalah sekuel film Keramat (2007) yang kembali menghadirkan kisah sekelompok anak muda.

Kelompok anak muda ini terdiri dari Arla (Arla Ailani), Ajil (Ajil Ditto), Ute (Lutesha), Jojo (Josephine Firmstone), Umay (Umay Shahab), Maura (Maura Gabriella), dan Keanu (Keanu Angelo).

Perjalanan yang awalnya penuh tawa berubah menjadi malapetaka saat kotak terlarang di sebuah padepokan tari bernama Caruban Larang dibuka.

Tak hanya menghadirkan kembali mockumentary horor di Indonesia, film Keramat 2: Caruban Larang ini menggambarkan realita anak muda di negara yang masih kaya akan kepercayaan mistis dan gaib.

Realita Anak Muda di Tengah Budaya Mistis Indonesia

Kawan Puan, film Keramat 2: Caruban Larang menangkap fenomena soal generasi muda yang hidup di Indonesia, di mana budaya mistis dan gaib masih sangat kental.

Kemajuan teknologi membuat anak-anak muda meremehkan, bahkan menjadikan budaya mistis sebagai konten yang menjual.

Baca Juga: Keanu Agl Main Film, Simak 4 Fakta Menarik Keramat 2: Caruban Larang

Tak sedikit di kehidupan nyata, anak-anak muda melakukan hal-hal tidak senonoh terhadap kebudayaan Indonesia demi konten di media sosial.

Hal itu tergambarkan jelas pada film Keramat 2: Caruban Larang yang menceritakan anak-anak muda pembuat konten di YouTube yang rela mengundang bahaya demi kepentingan kanal YouTube mereka.

Selain masalah konten, jarak yang jauh antara anak muda dengan budaya mistis di Indonesia, terutama di pedalaman, membuat rasa hormat dan sopan santun yang selama ini diterapkan secara turun menurun pudar.

Percaya tidak percaya, masyarakat Indonesia kental dengan budaya "permisi" dan mematuhi mitos ketika berada di tempat baru atau tempat yang mistis.

Di film Keramat 2: Caruban Larang, anak-anak muda yang kini lebih logis meremehkan dan mengabaikan pentingnya menjaga sopan santun dan mematuhi larangan saat bertamu ke tempat yang baru.

Ketidakmampuan anak-anak muda untuk tetap menghargai akar budaya Indonesia yang mistis menjadi pemantik konflik dan bahaya utama dalam film ini.

Dalam memerankan karakter anak-anak muda "biasa", para aktor dan aktris ternama ini mampu meninggalkan identitas dan kepopuleran mereka di dunia hiburan.

Saat menyaksikan film ini, penonton melihat Umay dan kawan-kawan berperan sebagai anak kuliahan biasa yang punya rasa ingin tahu yang tinggi.

Kehadiran Keanu Angelo yang awalnya sempat diragukan oleh netizen ternyata memberikan bumbu komedi dan emosi yang pas dalam film Keramat 2: Caruban Larang.

Baca Juga: 9 Film Horor Indonesia yang akan Segera Tayang, Ada Pengabdi Setan 2

Selain itu, Ute (Lutesha) sebagai sosok anak muda indigo juga mampu menjadi penyelamat yang tidak sempurna, masih penuh dengan keraguan dan ketakutan.

Bangkitnya Kembali Film Horor Mockumentary

Film pertama Keramat menjadi salah satu film horor legendaris Indonesia karena menerapkan konsep mockumentary.

Mockumentary adalah sebuah dokumenter palsu yang menyangkan kisah fiksi dalam kemasan pengumpulan arsip bak film-film dokumentar.

Berbeda dari film pertamanya, Keramat 2 kini tak menggunakan alat handy cam dalam merekam perjalanan sekelompok anak muda ini ke Cirebon.

Mengikuti perkembangan zaman, Keramat 2: Caruban Larang menggunakan media seperti kamera vlogging hingga live Instagram dalam merekam kejadian-kejadian mistis di film ini.

Walaupun secara gambar lebih "cantik" dibandingkan mockumentary di film Keramat pertama, film ini mampu menciptakan kepercayaan dari penonton terhadap cerita yang seakan-akan benar-benar terjadi.

Rekaman dalam film Keramat 2: Caruban Larang ini masih sangat mentah, mengikuti film pertamanya, tidak ada tambahan desain suara maupun editing yang canggih.

Penonton disajikan sebuah rekaman yang seakan-akan tidak dirangkai untuk menjadi sebuah film yang layak tayang, namun itulah konsep dari mockumentary yang telah lama absen di layar bioskop Indonesia.

Bagi penggemar film Keramat (2007), film Keramat 2: Caruban Larang menjadi pengobat rindu terhadap film horor mockumentary.

Bagi penonton yang masih asing terhadap genre ini, film Keramat 2: Caruban Larang menjadi pelajaran baru soal berbagai genre film yang semakin hari semakin beragam di bioskop Indonesia.

Film Keramat 2: Caruban Larang kini masih tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Baca Juga: Uji Nyali Lewat Audioseries, Cara Baru Menikmati Konten Horor dengan Ketegangan Maksimal

(*)


Terkini Lainnya

Trik Dapat Tiket Pesawat Murah dengan Promo di Traveloka

Trik Dapat Tiket Pesawat Murah dengan Promo di Traveloka

PARAPUAN
Ini Alasan Iron Mascara yang Viral di TIkTok Disukai Banyak Orang

Ini Alasan Iron Mascara yang Viral di TIkTok Disukai Banyak Orang

PARAPUAN
4 Drakor Bertema Keluarga yang Cocok Ditonton, Ada The Good Bad Mother

4 Drakor Bertema Keluarga yang Cocok Ditonton, Ada The Good Bad Mother

PARAPUAN
Intip Keseruan Berwisata di Kapal Pesiar dengan Rute Internasional

Intip Keseruan Berwisata di Kapal Pesiar dengan Rute Internasional

PARAPUAN
6 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan,  Viral Bantu Turunkan Berat Badan

6 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan, Viral Bantu Turunkan Berat Badan

PARAPUAN
Tak Cuman Bantu Dokter, Yuk Ketahui Tugas dan Tanggung Jawab Profesi Perawat

Tak Cuman Bantu Dokter, Yuk Ketahui Tugas dan Tanggung Jawab Profesi Perawat

PARAPUAN
Mengenal Istilah Femisida yang Berhubungan Erat dengan Pembunuhan terhadap Perempuan

Mengenal Istilah Femisida yang Berhubungan Erat dengan Pembunuhan terhadap Perempuan

PARAPUAN
Belajar dari Pembunuhan Miss Ecuador, Ini Bahaya Share Lokasi Real Time di Medsos

Belajar dari Pembunuhan Miss Ecuador, Ini Bahaya Share Lokasi Real Time di Medsos

PARAPUAN
Ajari Anak Bisnis Sejak Kecil, Ini 3 Usaha Kecil-kecilan yang Bisa Dicoba

Ajari Anak Bisnis Sejak Kecil, Ini 3 Usaha Kecil-kecilan yang Bisa Dicoba

PARAPUAN
Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar Group Terima 11 Spesies Tanaman Langka dari BRIN

Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar Group Terima 11 Spesies Tanaman Langka dari BRIN

PARAPUAN
4 “Senjata” yang Perlu Dibawa Agar Perjalanan ke Kantor Aman dan Nyaman

4 “Senjata” yang Perlu Dibawa Agar Perjalanan ke Kantor Aman dan Nyaman

PARAPUAN
Nikmati Pemandang Indah, Ini 3 Rekomendasi Wisata Alam di Brasil

Nikmati Pemandang Indah, Ini 3 Rekomendasi Wisata Alam di Brasil

PARAPUAN
Hadapi Polusi dan Radikal Bebas Selama Commuting, Ini Tipsnya

Hadapi Polusi dan Radikal Bebas Selama Commuting, Ini Tipsnya

PARAPUAN
Ini Mimpi Dr. Widiastuti Setyaningsih, Peneliti yang Ungkap Tabir Alam Lewat Teknologi Pangan

Ini Mimpi Dr. Widiastuti Setyaningsih, Peneliti yang Ungkap Tabir Alam Lewat Teknologi Pangan

PARAPUAN
Inarah Syarafina Debut Penyutradaraan Film Panjang Lewat Temurun

Inarah Syarafina Debut Penyutradaraan Film Panjang Lewat Temurun

PARAPUAN
Perdebatan Man VS Bear Viral di TikTok, Ini Alasan Perempuan Lebih Memilih Beruang

Perdebatan Man VS Bear Viral di TikTok, Ini Alasan Perempuan Lebih Memilih Beruang

PARAPUAN
Cocok untuk Perempuan Karier, Ini Rekomendasi Parfum Pilihan PARAPUAN

Cocok untuk Perempuan Karier, Ini Rekomendasi Parfum Pilihan PARAPUAN

PARAPUAN
Bisa Tambah Penghasilan, Ini 3 Ide Bisnis yang Bisa Dicoba Pekerja Perempuan

Bisa Tambah Penghasilan, Ini 3 Ide Bisnis yang Bisa Dicoba Pekerja Perempuan

PARAPUAN
Pengusaha Pemula Wajib Tahu, Ini Sumber Modal Bisnis dan Strategi Dapatkan Pendanaan

Pengusaha Pemula Wajib Tahu, Ini Sumber Modal Bisnis dan Strategi Dapatkan Pendanaan

PARAPUAN
3 Cara Bijak Kumpulkan Dana Pendidikan Anak dan Strategi Melakoninya

3 Cara Bijak Kumpulkan Dana Pendidikan Anak dan Strategi Melakoninya

PARAPUAN
Praktis Dipakai, Ini Rekomendasi Sepatu Nyaman untuk Jalan Kaki

Praktis Dipakai, Ini Rekomendasi Sepatu Nyaman untuk Jalan Kaki

PARAPUAN
Kulit Kepala Berminyak dan Ketombean? Ini Rekomendasi Perawatannya

Kulit Kepala Berminyak dan Ketombean? Ini Rekomendasi Perawatannya

PARAPUAN
 Studi BCG dan Stellar Women: 70 Persen Perempuan Pelaku UMKM Kesulitan Mencari Mentor dalam Berbisnis

Studi BCG dan Stellar Women: 70 Persen Perempuan Pelaku UMKM Kesulitan Mencari Mentor dalam Berbisnis

PARAPUAN
Netflix Rilis Jadwal Tayang dan Trailer Film Monster, Full Tanpa Dialog

Netflix Rilis Jadwal Tayang dan Trailer Film Monster, Full Tanpa Dialog

PARAPUAN
Rekomendasi Hotel Bintang 5 untuk “Me Time” di Jakarta

Rekomendasi Hotel Bintang 5 untuk “Me Time” di Jakarta

PARAPUAN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com