Bisa Dicegah dengan ASI Eksklusif, Apa Dampak Pubertas Dini pada Anak?

By Arintha Widya, Jumat, 29 Agustus 2025

Dampak pubertas dini yang bisa dicegah dengan ASI eksklusif.

Parapuan.co - Pubertas adalah fase alami perkembangan anak menuju dewasa, biasanya terjadi pada usia 8–13 tahun untuk perempuan dan 9–14 tahun untuk laki-laki. Namun, beberapa tahun terakhir, fenomena pubertas dini atau precocious puberty semakin sering ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pubertas dini terjadi ketika tanda-tanda kedewasaan fisik muncul lebih cepat dari usia normal, misalnya payudara mulai tumbuh sebelum usia 8 tahun atau perubahan suara pada anak laki-laki sebelum usia 9 tahun. Sebuah penelitian berskala besar di Korea Selatan yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkapkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 4–6 bulan pertama kehidupan dapat menurunkan risiko pubertas dini.

Studi yang melibatkan lebih dari 300 ribu anak sebagaimana mengutip RCI, menemukan bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif lebih kecil kemungkinan mengalami obesitas di masa kanak-kanak, sementara obesitas sendiri merupakan faktor utama pemicu pubertas dini. Simak penjelasannya!

ASI Eksklusif dan Perlindungan Jangka Panjang

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara anak yang diberi ASI dan yang mengonsumsi susu formula. Anak laki-laki yang hanya diberi formula memiliki risiko pubertas dini 16% lebih tinggi dibandingkan yang diberi ASI, sedangkan pada anak perempuan risikonya melonjak hingga 60%.

Bahkan, pemberian campuran (ASI dan formula) pun masih menunjukkan peningkatan risiko, yakni 14% lebih tinggi pada anak laki-laki dan 45% lebih tinggi pada anak perempuan.

Menurut para ahli, ASI memiliki manfaat jangka panjang karena membantu menjaga berat badan anak tetap ideal, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta menurunkan potensi gangguan metabolik yang bisa mempercepat datangnya pubertas.

Dengan kata lain, ASI tidak hanya penting untuk tumbuh kembang awal, tetapi juga berperan mencegah risiko kesehatan di masa depan.

Mengapa Pubertas Dini Berbahaya?

Baca Juga: Pentingnya Beri ASI Eksklusif, Ini Manfaat MengASIhi bagi Ibu dan Bayi