Rencana Liburan ke Thailand? Waspadai Ini 7 Modus Penipuan Turis

By Maharani Kusuma Daruwati, Rabu, 16 November 2022

Modus penipuan di Thailand.

Parapuan.co - Liburan akhir tahun sudah semakin dekat. Sudahkah Kawan Puan menentukan tujuan liburanmu?

Kawan Puan mungkin berencana untuk liburan ke luar negeri namun tak jauh dari Indonesia.

Thailand merupakan salah satu destinasi luar negeri yang paling sering dikunjungi travelers Indonesia.

Selain jarak yang terjangkau, Negeri Gajah Putih ini menawarkan banyak hal menarik yang bisa menjadikan momen liburanmu menyenangkan.

Mulai dari wisata alamnya yang memukau, kuliner lezat, wisata sejarah dan budaya yang menakjubkan, hingga atraksi-atraksi uniknya.

Masyarakatnya juga terkenal sopan, jujur, dan ramah. Berwisata ke Thailand barangkali bisa menjadi pilihan untuk mengisi momen liburan akhir tahun.

Meski demikian, kamu patut mewaspadai modus-modus penipuan yang biasanya mengincar para turis selama liburan di Thailand.

Berikut adalah tujuh modus penipuan turis dan cara menghindarinya yang dirangkum Pegipegi, seperti dikutip dari rilis yang diterima PARAPUAN:

1. Penipuan Atraksi Wisata

Baca Juga: Itinerary Liburan Singkat di Thailand, Short Weekend Getway Seru di Pattaya dan Bangkok

Penipuan berbalut penawaran atraksi wisata ini umum terjadi di destinasi kuil dan tempat-tempat wisata populer.

Turis biasanya dihampiri oleh warga lokal yang bersikap sangat ramah, menanyakan asal, berapa lama kunjungan, apa yang ingin kamu lihat di destinasi tersebut, dan sebagainya. 

Turis yang terjerat akan diajak ke satu titik, mereka akan mengatakan bahwa atraksi tersebut sedang tutup dengan alasan tertentu. Lalu, orang tersebut menawarkan bahwa teman atau saudaranya yang pengemudi tuk-tuk bisa mengantarmu ke atraksi yang jauh lebih baik.

Namun, kamu justru akan dipaksa melihat atraksi atau membeli sesuatu yang biasa saja dengan harga yang sangat mahal. Lebih baik kamu menggunakan jasa tour guide dari penyedia jasa resmi.

2. Pencopetan atau Pencurian

Aksi ini memang cenderung umum terjadi di seluruh negara dengan destinasi wisata yang menarik dan populer.

Misalnya, jika ada sekelompok anak menawarkan jajanan berupa camilan, rokok atau suvenir, kamu patut waspada dengan barang bawaan di kantong dan tas. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya pencurian pada barang berhargamu. 

Kamu juga harus waspada ketika menaiki kendaraan terbuka, seperti motor atau tuk-tuk. Pencuri ada yang menggunakan motor dan sewaktu-waktu bisa merampas barang bawaanmu dalam sekejap.

Baca Juga: BERITA TERPOPULER WELLNESS: Itinerary Liburan Singkat di Thailand hingga 7 Pola Hidup Ini Memicu GERD

3. Penipuan Tuk-Tuk dan Taksi

Di beberapa daerah di Thailand, oknum pengemudi tuk-tuk, taksi, dan bus bisa membawa ke sejumlah toko, restoran, dan mal tertentu untuk membeli barang atau jasa alih-alih diantar langsung ke tempat tujuan.

Modus ini bagi para turis mengkhawatirkan, karena sebagian kerap tidak tahu berada di mana dan kesulitan kembali ke daerah penginapan begitu mereka berhasil ditipu.

Untuk menghindarinya, pilihlah tuk-tuk dan taksi yang berseliweran atau tidak diam di tempat, seperti hotel dan objek wisata utama. Pastikan menanyakan tarif serta memberi instruksi yang jelas terkait lokasi yang ingin dituju. Tolak tawaran sopir yang mengajak untuk mampir ke beberapa tempat.

Jika ingin menggunakan taksi, pastikan apakah sopir menggunakan argometer atau tidak. Periksa juga identitas sopir, seperti nama dan foto yang biasanya tertera di dashboard. Apabila sopir mematikan argometer atau meminta hal-hal yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, ambil ponsel dan foto identitas sopir tersebut. Beri teguran bahwa mereka bisa dilaporkan ke polisi turis setempat. 

4. Sewa Sepeda Motor dan Mobil

Jika berada di kawasan Phuket, Krabi, Koh Samui, dan Pattaya, tarif taksi cenderung cukup mahal. Hal ini biasanya mendorong turis menyewa mobil atau motor. Namun, hal ini justru sangat berisiko tinggi mengingat Thailand merupakan salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia, khususnya sepeda motor. 

Jika kamu mengalami insiden kecelakaan dengan kendaraan sewaan, kamu akan rentan ditipu. Pihak lain yang terlibat dalam insiden bisa mengambil keuntungan ketika melaporkan kejadian ke polisi, yang biasanya memiliki keterbatasan pemahaman bahasa Inggris. 

Jika ingin menyewa mobil atau motor, kamu bisa meletakkan gadget berkamera, seperti ponsel, action-cam, atau dash cam di dashboard mobil atau helm motor sewaan tersebut. Upaya ini tidak hanya membantu melindungimu dari penipuan jika mengalami kecelakaan, tetapi juga memudahkan kamu jika ingin klaim asuransi apa pun yang sudah direncanakan. 

Baca Juga: 4 Hidden Gem di Thailand, Nikmati Ukiran Indah di Sanctuary of Truth

Jangan biarkan pihak penyewa menyimpan paspormu  dan hanya izinkan mereka memfotokopi saja untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Sebelum mengemudi, pastikan memotret fisik kendaraan yang disewa dari berbagai sisi untuk mencegah kamu dituding melakukan kerusakan (jika sebenarnya kerusakan itu sudah ada di kendaraan tersebut).

5. Sewa Jetski atau Skuter

Modus ini sering terjadi di destinasi pantai populer, seperti Phuket dan Pattaya. Modusnya hampir mirip dengan penipuan sewa motor dan mobil, di mana kamu bisa saja dituding merusak kendaraan yang disewa padahal kerusakan atau cacat fisik kendaraan tersebut sudah ada sebelumnya. 

Ada pula oknum penyewa yang memiliki kunci cadangan sehingga bisa mengambil skuter atau jetski sewaan yang sudah kamu kunci saat berada di luar lokasi wisata. 

Kawan Puan bisa dipaksa bertanggung jawab dan membayar ganti rugi yang mahal. Pastikan kamu menggunakan jasa penyewa yang bereputasi baik dan digunakan banyak turis, serta periksa dan dokumentasikan jetski atau skuter yang kamu sewa.

 

6. Memberi Makan Burung

Meski umum terjadi di destinasi wisata di berbagai negara, Kawan Puan juga harus jeli akan modus ini. Jika berada di kawasan Grand Palace di Bangkok, kamu mungkin akan ditawari oleh seseorang sekantung kecil jagung (secara cuma-cuma) dan mempersilakanmu untuk memberi makan burung-burung merpati di sana.

Jika terjadi, kamu lebih baik menolak tawaran tersebut karena nantinya pelaku akan meminta bayaran pakan jagung tersebut dengan harga yang sangat mahal. 

7. Pejabat Pariwisata Palsu

Apabila sedang mencari kereta, bus, atau transportasi umum lainnya, bisa saja kamu dihampiri oleh orang yang mengaku merupakan seorang petugas atau pejabat dari otoritas pariwisata Thailand.

Biasanya, mereka memberikan informasi palsu kepada turis bahwa transportasi yang ingin digunakan sudah penuh. Mereka akan menawarkan alternatif kendaraan lain dengan harga diskon.

Turis yang terjebak, secara tidak langsung menggunakan kendaraan yang sudah rusak atau tidak laik digunakan dan terlanjur harus membayar ekstra. Sekadar info, pejabat pariwisata di Thailand tidak pernah memiliki toko atau berada di jalanan menawarkan hal-hal tertentu kepada turis.

Itulah tujuh modus penipuan yang patut kamu waspadai jika ingin liburan ke Thailand. Informasi di atas tentunya agar kamu bisa lebih berhati-hati lagi ketika berkunjung ke negara ini. 

Baca Juga: Rekomendasi Series dan Film Thailand Baru yang Bakal Tayang di Netflix

(*)