Arisan Lebih Transparan dan Menguntungkan, Ini Kisah Dua Ibu yang Gunakan Fitur Jago Kantong Arisan

By Fathia Yasmine, Rabu, 3 Agustus 2022

Ilustrasi arisan

Parapuan.co – Siapa yang tidak kenal dengan arisanArisan merupakan kegiatan mengumpulkan dana bersama dalam satu pundi-pundi pada periode tertentu. Umumnya, pelaku arisan adalah kaum hawa.

Setiap bulan akan diadakan undian untuk menentukan pemenang arisan. Pengumpulan uang akan dihentikan ketika semua orang telah memenangkan arisan.

Mengutip dari Kompas.com, pakar sosiologi dari Universitas Indonesia Dr Linda Damajanti MT mengatakan, arisan merupakan kegiatan yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu dan diadopsi menjadi budaya kaum urban.

Terdapat sebuah tradisi di dalam budaya Jawa, yakni jimpitan atau pungutan iuran berupa bahan makanan. Menariknya, tradisi iuran ini kemudian terus berlanjut di era modern dan pungutan iuran diganti dengan uang, logam mulia, hingga kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Preview Drakor Extraordinary Attorney Woo Episode 11, Young Woo Selalu Memikirkan Jun Ho

“Anggota arisan biasanya memiliki kesamaan karakter, visi, misi, dan kebutuhan. Misalnya, ibu-ibu yang anaknya bersekolah di sekolah yang sama, memiliki kesamaan profesi, atau kesamaan lingkungan pergaulan,” ujarnya.  

Dengan demikian, arisan tak hanya menjadi ajang untuk menabung bersama, tetapi juga menjadi wadah bersosialisasi. Pada era digital, cara pelaksanaan arisan pun kembali berkembang. Dulu, arisan mesti dilakukan secara tatap muka. Kini, arisan bisa dilakukan secara virtual.

Iuran pun dapat disimpan dalam platform yang lebih modern, seperti bank digital. Contoh arisan di era digital ini dilakukan oleh Yola Tobing dan Ermina Vina.

Arisan secara virtual dipilih Yola karena efisiensi waktu. Terlebih, di masa pandemi Covid-19, ibu dari tiga orang anak ini mengaku lebih nyaman berinteraksi tanpa tatap muka dengan orang lain karena alasan kesehatan.  

Baca Juga: 5 Hal Penting yang Harus Diketahui First Jobber untuk Meraih Kesuksesan Karier