Sering Ditemukan dalam Produk Anti-Aging, Kenali Perbedaan Hyaluronic Acid dan Retinol

By Imalay Naomi Lasono, Rabu, 10 November 2021

Ilustrasi area-area yang kerap memunculkan penuaan dini.

PARAPUAN.co – Seiring bertambahnya usia, kulit wajah bisa saja memunculkan tanda-tanda penuaan. Ini karena kemampuan kulit meregenerasi sel menjadi lebih lambat. Karenanya, saat memasuki usia 30, seseorang disarankan untuk memakai produk perawatan anti-aging.

Meski demikian, bisa saja kulit wajah menampakkan tanda-tanda penuaan sebelum memasuki jenjang usia tersebut. Istilahnya, penuaan dini. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, termausk polusi dan gaya hidup.

Oleh karena itu, akan lebih baik bila perawatan anti-aging dilakukan sejak dini. Misalnya, dengan rutin memakai serum anti-aging.

Saat ini, serum anti-aging sudah banyak beredar di pasaran. Pada sebagian besar produk dengan embel-embel anti-aging, hyaluronic acid atau asam hialuronat dan retinol biasanya ada di dalam kandungannya. Keduanya dipercaya dapat mencegah tanda-tanda penuaan dini pada kulit.

Walau diklaim memiliki manfaat serupa, kedua kandungan tersebut tetap memiliki perbedaan. Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Manfaat hyaluronic acid

Dilansir dari Woman and Home, Kamis (7/10/2021), hyaluronic acid atau asam hialuronat merupakan polisakarida yang secara alami sudah berada pada jaringan ikat kulit.

Sayangnya, seiring bertambahnya usia membuat kadar hyaluronic acid pada lapisan kulit berkurang. Hal ini menyebabkan hilangnya elastisitas kulit. Inilah mengapa kulit perlu dibantu dengan penggunaan serum anti-aging yang dapat menutrisi dari luar.

Perlu diketahui, kandungan asam hialuronat yang terdapat dalam serum anti-aging berperan sebagai pelembap dengan menarik dan mengikat molekul air sehingga ampuh untuk menghidrasi kulit.

Selain itu, hyaluronic acid juga dapat mengunci kelembapan dan memperhalus kerutan kulit. Dengan demikian, dapat merangsang terbentuknya kolagen dan elastisitas kulit.