Parapuan.co - Olahraga selama ini dikenal bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik. Namun, manfaatnya ternyata tidak berhenti di situ. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak perempuan yang rutin mengikuti kegiatan olahraga cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, citra tubuh yang lebih positif, serta hubungan sosial yang lebih baik dibandingkan teman sebayanya yang tidak berolahraga.
Temuan tersebut berasal dari Girls and Sports Impact Report, laporan yang melibatkan lebih dari 10.000 siswi kelas 5 SD hingga kelas 12 atau setara SMA di Amerika Serikat, disadur dari ESPN. Penelitian ini merupakan bagian dari Girls' Index, survei yang dikembangkan oleh organisasi nirlaba Ruling Our Experiences (ROX) untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi anak perempuan saat tumbuh dewasa.
Pendiri ROX, Lisa Hinkelman, mengatakan olahraga telah memberikan dampak besar dalam kehidupannya sejak kecil. "Saya adalah seorang atlet sepanjang hidup saya dan benar-benar percaya bahwa olahraga telah membantu saya dalam banyak hal," ujarnya.
Percaya Diri Tetap Menurun saat Pubertas, Tapi Olahraga Memberi Perlindungan
Penelitian menemukan bahwa rasa percaya diri anak perempuan cenderung mengalami penurunan signifikan ketika memasuki masa sekolah menengah pertama, terutama sejak kelas 5 hingga kelas 9. Masa ini bertepatan dengan pubertas, ketika tubuh mulai mengalami banyak perubahan dan anak perempuan menjadi lebih sadar terhadap penampilannya.
Meski penurunan kepercayaan diri juga dialami oleh mereka yang aktif berolahraga, tingkat kepercayaan diri kelompok ini tetap lebih tinggi dibandingkan anak perempuan yang tidak mengikuti olahraga. Selisihnya mencapai sedikitnya delapan poin persentase.
Selain itu, anak perempuan yang aktif berolahraga juga memiliki kemungkinan 11 persen lebih tinggi untuk mengatakan bahwa mereka merasa bahagia dengan diri mereka apa adanya.
Menurut Hinkelman, perubahan fisik saat pubertas sering kali membuat kepercayaan diri sangat dipengaruhi oleh citra tubuh.
"Ketika kami melihat hubungan antara rasa percaya diri dan keinginan untuk mengubah penampilan, terlihat hubungan yang berlawanan. Dari kelas lima hingga kelas sembilan, saat kepercayaan diri menurun, kami juga melihat lonjakan besar pada jumlah anak perempuan yang ingin mengubah penampilan mereka," jelasnya.
Menariknya, survei menunjukkan bahwa anak perempuan yang aktif berolahraga memiliki kemungkinan 16 persen lebih rendah untuk ingin mengubah penampilan fisiknya.